Berita Banyumas
Peken Banyumas Kedua Sukses Digelar. Upaya Menghidupkan Kota Lama Banyumas Ini Akan Digelar Rutin
Peken Banyumasan kedua sukses digelar di Pendopo Duplikat Si Panji Banyumas di kompleks Kantor Kecamatan Banyumas, Minggu (29/3/2022).
Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Peken Banyumasan kedua sukses digelar di Pendopo Duplikat Si Panji Banyumas di kompleks Kantor Kecamatan Banyumas, Minggu (29/3/2022).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali Kota Lama Banyumas.
Dalam kegiatan tersebut, pengelola kegiatan tak hanya menghadirkan pameran produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) tetapi juga pertunjukan musik, budaya, juga acara bincang-bincang.
Ada juga heritage tour and community dan acara bertajuk bring your own Banyumasan (BYOB).
Camat Banyumas Oka Yudhistira Pranayudha mengatakan, Peken Banyumas terwujud berkat keterlibatan pegiat dari lintas sektoral, mulai dari akademisi, pemerintah, pebisnis, seniman, juga anggota komunitas.
"Kami pertemukan semua unsur di sini. Pengunjung bisa berbelanja sekaligus menikmati suguhan musik di satu tempat," ungkap Oka, Minggu.
Baca juga: Suka Masakan Tradisional di Tengah Suasana Alami? Warung Jegangan Banyumas Bisa Jadi Pilihan
Baca juga: Berkumpul di Gor Satria Purwokerto, Relawan Jokowi Banyumas Nyatakan Dukungan hingga 2024
Baca juga: Masjid Agung Nur Sulaiman, Bukti Sejarah Pusat Pemerintahan Banyumas Sebelum Pindah ke Purwokerto
Baca juga: Berdiri Sejak 1980, Bioskop Rajawali Purwokerto Terus Eksis Menjawab Tantangan Zaman dan Krismon
Rencananya, Peken Banyumas digelar rutin dua pekan sekali dengan tema beragam.
"Setiap pekan akan berubah (temanya). Ke depan, Peken Banyumasan akan continue untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuh Oka.
Pada Peken Banyumasan kedua ini, ada 15 stan UMKM dengan berbagai macam produk lokal, semisal fashion, kuliner, hiasan, dan kerajinan tangan.
"Baru ikut pertama ini, senang rasanya. Sehingga produk kami bisa dikenal orang dan kami juga jadi tahu produk-produk dari UMKM yang lain," jelas Rusmiati, pemilik UMKM Oemah Batik asal Pekunden Banyumas.

Tidak hanya berbelanja, pengunjung juga dibuat terkesan dengan pertunjukan tari lengger dan musik calung dari Rumah Lengger.
Di Rumah Lengger juga dipamerkan karya Hadi Wijaya terkait tari Banyumasan. Turut pula dipamerkan penghargaan dan barang-barang milik maestro lengger legendaris di Banyumas, Mbah Dariah.
Hadi Wijaya dan Mbah Dariah merupakan seniman asal Desa Somakaton, Kecamatan Somagede, Banyumas, yang sudah mendapatkan banyak penghargaan. (*)
Baca juga: Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini, Senin 28 Maret 2022: Rp 1.040.000 Per Gram
Baca juga: Mantan Menteri Kesehatan Terawan Dipecat dari IDI dalam Muktamar di Aceh, Ini Lima Poin Alasannya
Baca juga: Warsidi, Mantan Bek Tangguh Timnas Asal Welahan Jepara