Minggu, 3 Mei 2026

Berita Blora

Kebocoran Pipa Pertamina di Blora Juga Cemari Sawah, Jumari Terpaksa Panen Padi Dini

Kebocoran minyak mentah milik Pertamina EP Field Cepu mencemari sawah milik petani di Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Tayang:
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AHMAD MUSTAKIM
Jumari (67), petani di Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, menunjukkan sawah yang tercemar minyak mentah akibat kebocoran pipa milik Pertamina EP Field Cepu, Kamis (17/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Kebocoran minyak mentah milik Pertamina EP Field Cepu mencemari sawah milik petani di Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Mereka pun terapksa memanen dini padi agar tak semakin merugi.

Jumari, petani di Desa Pojokwatu mengungkapkan, sebenarnya, padi di sawahnya baru dipanen sepekan atau 10 hari lagi.

"Tapi, kalau tidak segera dipanen, tanaman mati. Rasa berasnya pun juga nanti tidak enak," ungkap Jumari, Kamis (17/3/2022).

Baca juga: Pipa Pertamina Bocor, Ratusan Warga Sambong Blora Berebut Minyak

Baca juga: Pertamina Mulai Perbaiki Pipa Bocor dan Bersihkan Sungai yang Tercemar Minyak di Sambong Blora

Baca juga: Serikat Pekerja Pertamina Cepu Blora Tuntut Pembayaran Upah, Belum Ada Tanggapan Dirut Pertamina

Baca juga: Demi Perbaiki Jalan Rusak, Pemkab Blora Utang Rp 150 Miliar ke Bank Jateng

Dijelaskannya, begitu mendengar ada pipa bocor di Pojokwatu, dirinya langsung ke sawah untuk memanen padi.

"Kemarin, (air tercemar minyak mentah) belum masuk sawah. Tidak lama kemudian, minyak bercampur mulai masuk sawah," jelasnya.

Kakek tujuh cucu ini mengaku, tiga petak sawahnya terdampak luberan minyak. Hasil dari panen itu, ditaksir sekira lima kuintal gabah.

"(Sawah) lainnya aman. Tidak tahu persis berapa luas lahannya," ucapnya.

Sawah tercemar minyak mentah itu sebenarnya tanah bengkok desa. Dia menggarap sawah tersebut.

"Ini bengkok kamituwo (Kepala Dusun)," ujarnya.

Terkait minyak mentah yang mencemari sawah, Jumari mengaku telah ada pihak Pertamina yang mendatangi.

Menurutnya, pihak tersebut berjanji memberi ganti rugi akibat sawah yang tercemar.

"Katanya, nanti mau diganti. Tapi, tidak tahu besarannya," ucapnya.

Jumari pun telah menyerahkan identintas diri berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke pihak desa untuk proses ganti rugi.

"Desa nanti yang ngurusi. Harapannya, ya bisa dapat ganti," harapnya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved