Berita Jepara
2 Warga Jepara Diamankan Polisi, Jual Miras Oplosan yang Mengakibatkan 2 Remaja Tewas
Polres Jepara menangkap dua penjual minuman keras (miras) oplosan berinisial S (35) dan BS (25).
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Polres Jepara menangkap dua penjual minuman keras (miras) oplosan berinisial S (35) dan BS (25).
Keduanya pun terancam hukuman 15 tahun penjara lantaran penjualan miras yang dilakukan mengakibatkan dua remaja asal Pecangaan, tewas.
Kapolres Jepara AKBP Warsono mengatakan, kedua pedagang itu dijerat Pasal 204 KUHP dan atau Pasal 146 Undang-undang Nomor 182 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Warsono menambahkan, kedua penjual miras ini merupakan warga Kecamatan Kalinyataman, Kabupaten Jepara.
S merupakan warga Desa Banyuputih sementara BS, warga Desa Pendo Sawalan.
Lokasi dua desa itu berdampingan sehingga memudahkan peredaran miras di kawasan tersebut.
Tersangka S mendapatkan miras oplosan dari tersangka BS.
Baca juga: Dua Pemuda di Pecangaan Jepara Tewas setelah Pesta Miras. Polisi: Sebelumnya Minum Obat Batuk
Baca juga: Berujung 9 Orang Meninggal di Jepara, Wiwik Campurkan Bahan-bahan Ini di Miras Oplosan
Baca juga: Ombak Besar, Lumba-lumba Ditemukan Terdampar di Pantai Bandungharjo Jepara
Baca juga: Sedikitnya 200 Rumah di Jepara Rusak Diterjang Angin Ribut, Warga: Angin Datang Menjelang Subuh
Kapolres Jepara AKBP Warsono mengatakan, sebelum menangkap dua penjual miras itu, penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap tujuh saksi.
"Dari hasil penyidikan kami menetapkan dua tersangka dengan inisial S dan BS," kata Warsono.
Dari dua tersangka ini, kata dia, pihak kepolisian menyita 73 botol miras oplosan masing-masing berukuran 1,5 liter, empat botol ukuran 1 liter berisi arak lemon, 312 gelas plastik, 1 handphone, 10 dus kecil Kukubima orisinal, 10 dus kecil Kukubima rasa jeruk, dan satu buah baskom warna kuning.
Kepada polisi, tersangka BS mengaku mendapatkan miras oplosan dari kabupaten Pati.
Ia bertransaksi melalui media sosial dengan orang bernama Raran.
Dari Raran ini, BS kemudian menjual miras oplosan kepada tersangka S.
Hubungan bisnis miras antara BS dan S terjalin selama 4-12 Februari 2022.
"Pengakuan tersangka, S menjual minuman beralkohol jenis gingseng sudah sekitar 2 tahun," terangnya.
Diberitakan sebelumnya, dua remaja asal Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, tewas setelah menenggak minuman keras oplosan.
Baca juga: Bawa Kabur dan Jual Motor Teman, Pemuda asal Banyumas Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara
Baca juga: Mulai Maret, Purbalingga Bakal Jadi Tuan Rumah Liga 1 hingga Liga 3 Indonesia
Baca juga: Canggih! Pendaki Gunung Merbabu via Selo Boyolali Kini Dibekali Gelang Pendeteksi
Baca juga: Banjir Melanda Sebagian Wilayah Klaten, Umbul Ponggok dan Umbul Besuki Sempat Meluap
Dua remaja itu adalah Alvin, warga Desa Rengging RT 01 RW 01, Kecamatan Pecangaan; dan Khoirul Anam, warga Desa Pecangaan Kulon RT 04 RW 07, Kecamatan Pecangaan.
Alvin (17) meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong, pada Sabtu (12/2/2022), sekira pukul 17.00 WIB.
Sementara Khoirul Anam (20), meninggal di rumah, sekira pukul 18.30 WIB.
Sebelum meninggal, korban sempat main ke luar rumah.
Kapolsek Pecangaan AKP Andy Pradana menerangkan, korban menenggak miras oplosan bersama dua temannya, di bengkel sepeda motor di Desa Pecangaan Kulon, pada Jumat (11/2/2022).
Berdasarkan keterangan saksi yang masih hidup, kata dia, sebelum minum miras, kedua korban sempat menenggak obat batuk.
"Menurut keterangan saksi, itu untuk menambah efek 'ngefly' lebih cepat," kata Andy, Senin (14/2/2022).
Menurut keterangan saksi, saat kejadian korban baru minum miras oplosan dua kali putaran.
"Kira-kira, setengah botol (ukuran 1,5 liter)," imbuhnnya. (*)