Selasa, 14 April 2026

Berita Pati

Resah Dengar Kabar Pembangunan Pabrik Sepatu, Warga Trangkil Geruduk DPRD Pati

Sekelompok warga yang tergabung dalam Aliansi Petani dan Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Trangkil mendatangi DPRD Pati, Kamis (17/2/2022).

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Sekelompok warga yang tergabung dalam Aliansi Petani dan Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Trangkil mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Kamis (17/2/2022).

Mereka mempertanyakan dan menyampaikan keresahan terkait wacana pembangunan pabrik sepatu di wilayah Kecamatan Trangkil.

Perwakilan warga, Ahmad Sohan, mengatakan, pihaknya ingin mengetahui kejelasan mengenai hal ini dari wakil rakyat.

"Warga ingin kejelasan, rencana pembangunan pabrik itu benar ada atau tidak."

"Jawaban pihak DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), sinyal itu ada, tapi perizinan belum masuk. Kalau anggota dewan malah belum tahu," ujar dia.

Baca juga: Penggusuran Lokalisasi Lorok Indah Pati Masih Berlangsung, Rodhi Minta Waktu Pindahkan Mesin Bengkel

Baca juga: Kebakaran Pabrik Gelas Plastik di Pati Padam setelah 17 Jam, Petugas Masih Lakukan Pendinginan

Baca juga: Proyek Tol Demak-Tuban Direncanakan Lewati 39 Desa di Pati, Ini Daftarnya

Baca juga: Proyek Tol Demak-Tuban Direncanakan Lewati 39 Desa di Pati, Ini Daftarnya

Menurut Sohan, memang belum ada pemasangan tanda pembangunan pabrik, misalnya patok.

Namun, berdasarkan informasi awal yang pihaknya terima, pabrik sepatu tersebut diwacanakan akan dibangun di atas lahan yang meliputi wilayah tiga desa di Kecamatan Trangkil, yakni Desa Mojoagung, Tegalharjo, dan Pasucen.

"Warga keberatan kalau dibangun pabrik di situ. Karena, lahan masih produktif untuk ditanami tebu dan ketela. Ke depannya, kami bagaimana?" tanya Sohan.

Sementara, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin mengatakan, informasi dari DPMPTSP, belum ada izin resmi terkait pembangunan pabrik di Trangkil oleh calon investor.

"Terkait perizinan, dari keterangan DPMPTSP. Lewatnya sistem OSS dari pusat, daerah tinggal menindaklanjuti," ujar dia.

Terkait aduan dari masyarakat, lanjut Ali, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Harapan masyarakat, kalau memang iya akan dibangun pabrik, mereka mau masyarakat bertemu langsung. Tapi, ada juga masyarakat yang menolak karena lahannya masih produktif untuk pertanian."

"Hal ini akan kami komunikasikan dengan eksekutif," ujar dia.

Ali menegaskan, pihaknya tidak antiterhadap investor. Justru senang dengan datangnya investor karena bisa mengurangi angka pengangguran.

Baca juga: Batu Bercampur Tanah Longsor dan Tutup Jalan Akses Wisata Kaligua Brebes

Baca juga: Komik Babad Banyumas Bakal Dipentaskan dalam Sendratari, Catat Tanggal Mainnya

Baca juga: Oknum Polisi di Kudus Pukul Sopir Truk Pakai Helm saat Demo, Videonya Beredar di Media Sosial

Baca juga: Bawa Kabur Investasi Rp 472 Juta, Warga Kabupaten Semarang Dipolisikan. Janjikan Untung 60% Sepekan

Namun, ia meminta agar lahan yang digunakan untuk industri disesuaikan peruntukan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved