Berita Kudus
Oknum Polisi di Kudus Pukul Sopir Truk Pakai Helm saat Demo, Videonya Beredar di Media Sosial
Aksi unjuk rasa sopir terkait RUU ODOL di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, Kamis (17/2/2022) siang, sempat memanas.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Aksi unjuk rasa sopir terkait RUU ODOL di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, Kamis (17/2/2022) siang, sempat memanas.
Bahkan, seorang anggota Satlantas Polres Kudus diduga melakukan pemukulan menggunakan helm terhadap seorang sopir yang menjadi peserta aksi.
Kejadian ini pun terekam video yang kemudian beredar di media sosial.
Dalam video itu, nampak pria berseragam polisi melemparkan helm ke arah sopir truk yang tengah melintas.
Terkait kejadian ini, korban pemukulan, Slamet Riyanto, berencana melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.
"Ya, rencana, nanti saya mau visum," ujar dia.
Baca juga: Produsen Kerupuk di Kudus Tertipu, Niat Beli Minyak Goreng Murah Malah Terima Kiriman Air Kaldu
Baca juga: Guru Ngaji di Kudus Cabuli Murid TPA. Polres Terima 1 Laporan, JPPA Temukan 8 Korban
Baca juga: Legenda Bulu Tangkis Indonesi Yuni Kartika Dilantik Jadi Ketua PBSI Kudus
Baca juga: Kudus Siap Hadapi Gelombang Tiga Covid, Ruang Isolasi RS Sudah Diisi 5 Pasien
Slamet menjelaskan, para peserta aksi tidak melakukan hal anarkis selama unjuk rasa berlangsung.
Namun, saat kejadian, dia berencana melerai perseteruan antara sopir truk dan polisi yang terjadi kala itu.
Dia menduga, oknum polisi yang memukulnya salah menduga Slamet merekam kejadian tersebut.
"Saya sedang melerai polisi dan sopir, dikirain saya video-video. Padahal nggak," ujar dia.
Menurut informasi, perseteruan terjadi karena polisi menganggap bakal ditabrak sopir yang hendak ikut serta dalam aksi tersebut.
"Bilangnya ada polisi mau ditabrak tapi kan nggak ada yang ditabrak," ujar dia.
Saat ini, korban tengah dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. (Raka F Pujangga)
Baca juga: Bawa Kabur Investasi Rp 472 Juta, Warga Kabupaten Semarang Dipolisikan. Janjikan Untung 60% Sepekan
Baca juga: Pelaku UMKM Makanan di Banyumas Menjerit, Minyak Goreng Murah Langka. Berharap Harga Kembali Stabil
Baca juga: 6 Warganya Meninggal Akibat DBD, Ini yang Dilakukan DKK Karanganyar
Baca juga: Komplotan Pencuri Uang Nasabah di ATM Dibekuk Polda Jateng, 1,5 Bulan Gasak Rp 113,9 Juta