Berita Semarang

Bawa Kabur Investasi Rp 472 Juta, Warga Kabupaten Semarang Dipolisikan. Janjikan Untung 60% Sepekan

Polisi menangkap perempuan warga Kabupaten Semarang, atas kasus penipuan berkedok investasi senilai Rp 472 juta.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rika irawati
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi penipuan. 

TRIBUNBANYUMAS, UNGARAN - Polisi menangkap perempuan warga Kabupaten Semarang, atas kasus penipuan berkedok investasi senilai Rp 472 juta.

Perempuan berinisial HH ini menjanjikan imbal hasil 60 persen dalam sepekan, kepada korban bernama Ririn.

Dia mengaku sebagai distributor palet dan jahe untuk PT Sido Muncul.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah menerima laporan dari korban, Selasa (15/2/2022).

"Kejadian bermula sekitar bulan Juni 2021, korban Ririn diperkenalkan oleh tersangka HH yang diperantarai oleh Dwi Agus, warga Kota Salatiga, melakukan bisnis kerjasama palet dan jahe yang akan di setorkan kepada PT Sido Muncul," kata Yovan saat memberi keterangan, Kamis (17/2/2022).

Baca juga: Tak Bisa Tahan Nafsu, Pria di Ambarawa Kabupaten Semarang Tega Cabuli Adik Ipar

Baca juga: Tancap Gas ke Bandungan, Petugas Damkar Kabupaten Semarang Ternyata Kena Prank Laporan Palsu

Baca juga: 2 Rumah Rusak dan Akses Kabupaten Semarang-Temanggung Sempat Terganggu Akibat Longsor di Sumowono

Baca juga: Ganjar Beserta Istri Lakukan Trail Running, Cuma Satu Jam Libas Trek CLBK Ungaran

Karena tergiur keuntungan 60 persen dalam satu pekan, Ririn menyetorkan uang Rp 140 juta kepada tersangka HH.

"Setelah ditentukan jatuh tempo, keuntungan yang dijanjikan tidak disetorkan dan uang modal yang sudah diberikan pun tidak jelas keberadaannya," ungkap dia.

Merasa ditipu dan uangnya digelapkan, Ririn melaporkan kejadian itu ke Polres Semarang.

"Karena pada saat menyetorkan uang tersebut di Bawen maka kasus ini dilaporkan korban ke pihak kami pada Selasa kemarin," katanya.

"Tersangka berhasil diamankan tim Resmob saat perjalanan dari arah Bawen menuju Ungaran." tambahnya.

Baca juga: Pelaku UMKM Makanan di Banyumas Menjerit, Minyak Goreng Murah Langka. Berharap Harga Kembali Stabil

Baca juga: 6 Warganya Meninggal Akibat DBD, Ini yang Dilakukan DKK Karanganyar

Baca juga: Komplotan Pencuri Uang Nasabah di ATM Dibekuk Polda Jateng, 1,5 Bulan Gasak Rp 113,9 Juta

Hasil penyelidikan Satreskrim Polres Semarang, ada warga lain di Ungaran yang menjadi korban. Korban ini menyetorkan uang Rp 472 juta pada November 2021.

"Saya imbau warga Kabupaten Semarang lebih jeli dan teliti dalam berbisnis apalagi melakukan kerjasama dengan orang lain," katanya.

Saat ini, tersangka masih di periksa intensif oleh penyidik untuk menggali informasi dan kemungkinan penipuan di tempat lain.

Karena perbuatannya, HH akan dijerat Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang Penipuan dan penggelapan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved