Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banjarnegara

Curhat Petani Cabai Banjarnegara: Harga Jual Murah, Pupuk Mahal

Nilai jual harga cabai merah yang cukup tinggi, sekitar Rp 30 ribu perkilogram pada Desember 2021 lalu, ternyata hanya berlangsung singkat.

Tayang:
tribunbanyumas/aqy
Daryanto petani cabai di Desa Pucungbedug Banjarnegara menyortir cabai yang busuk, Selasa (15/2/2022). 

Bahkan, dengan harga saat ini, petani tidak memperoleh break even point atau titik impas.

Modal yang dikeluarkan saat produksi tidak sebanding dengan hasil yang didapat saat panen.

"Hasil panen cabai saat ini tak imbang dengan modal yang dikeluarkan petani.

Terlebih harga pupuk dan obat-obatan untuk hama cabai semakin tak terjangkau oleh petani,"  tandasnya.

Baca juga: PSIS Semarang Gagal Putus Rekor Minor saat Bentrok dengan Persib Bandung

Baca juga: Beberapa Jam Sebelum Kick Off, 4 Pemain dan 1 Ofisial PSIS Dinyatakan Positif Covid-9

Baca juga: Babak Pertama PSIS Semarang Vs Persib Bandung: Saling Jual Beli Serangan

Ia mengatakan, petani harus menyemprot tanamannya dengan insektisida minimal dua kali hingga tiga kali setiap pekan.

Padahal harga obat semakin mahal, perbotol sekitar Rp 180 ribu.

Hama semisal ulat pada cabai semakin sulit dibasmi meski disemprot berkali-kali.

Petani harus meningkatkan dosis obat untuk membasmi hama yang semakin tak terkendali.

Alhasil petani harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pestisida.

"Yang tadinya 20 mililiter (ml), dosisnya dinaikkan jadi 50 ml untuk satu tangki.

Saya juga semprot obat lebih rutin, seminggu 3 kali, itu pun tetap tidak manjur obatnya," katanya.

Bukan hanya karena harga cabai jatuh yang membuat petani menanggung rugi.

Tetapi juga produktivitas atau kesuburan lahan juga berkurang drastis pada musim tanam kali ini

Pertumbuhan cabai tak optimal sehingga hasil yang diperoleh tak maksimal.

Ia berharap, pemerintah membantu menstabilkan harga cabai agar petani tak merugi.

"Harganya anjlok.

Hasil panen juga berkurang," tandasnya.(*)

Baca juga: PMI Banyumas Bersiap Bangun Rumah Sakit di Sokaraja, Konsultan Masih Mengkajinya

Baca juga: Beredar Isu Pembentukan Provinsi Banyumasan, Wabup Banyumas: Itu Wacana yang Tidak Jelas Sumbernya

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved