Berita Banyumas
Tak Kantongi Izin, Acara Nur Sugik di Sokaraja Banyumas Dibubarkan Paksa Ormas. Videonya Viral
Adu mulut terjadi antara anggota organisasi masyarakat (ormas) dengan kerumunan orang dalam pertemuan yang dihadiri Nur Sugik di Sokaraja, Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Adu mulut terjadi antara anggota organisasi masyarakat (ormas) dengan kerumunan orang dalam pertemuan yang dihadiri Nur Sugik atau Sugik Nur Raharja alias Gus Nur di Sokaraja, Banyumas.
Video terkait adu mulut dalam kerumunan ini pun tersebar di media sosial Facebook.
Seperti diketahui, nama Nur Sugik ramai diperbincangkan pada beberapa tahun terakhir karena kasus ujaran kebencian dan dianggap sebagai penceramah kontroversial.
Informasi yang didapat, adu mulut itu terjadi karena sejumlah anggota ormas datang untuk membubarkan pertemuan tersebut.
Baca juga: Sudah Berlangsung 17 Hari di Banyumas, 794 Kendaraan Terjaring Operasi Knalpot Brong
Baca juga: Aksi Pencuri di Warung Dekat Polsek Cilongok Banyumas Gagal, Ditemukan Uang Rp 4 Juta di Kantong
Baca juga: Kader PDI Perjuangan Banyumas Serahkan Bantuan Ikan Gurameh, Berharap Bantu Atasi Stunting
Baca juga: Pemkab Banyumas Luncurkan Aplikas Si Doi Mas, Bupati: Urus KTP dan KK Kini Bisa Sambil Rebahan
Hal ini dibenarkan Wakil Ketua Patriot Garuda Nusantara Banyumas, Gangsar Miijil Saputra.
Gangsar mengakui, dirinya terlihat dalam video tersebut yang beredar di masyarakat itu.
Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah di Sokaraja Kulon, Kabupaten Banyumas, Jumat (28/1/2022).
"Itu setelah Jumatan. Kami mendapat informasi ada kumpulan orang-orang di sebuah tempat di Sokaraja Kulon."
"Kami, bersama Banser dan Ansor (mendatangi lokasi), dan ternyata di sana ada sekitar 50 orang. Kami juga lihat ada Nur Sugik," ujarnya saat ditemui Tribunbanyumas.com, Sabtu (29/1/2022).
Gangsar mengatakan, kedatangan mereka sebenarnya ingin melihat kegiatan Nur Sugik.
Apalagi, sebelumnya, Nur Sugik kerap tersangkut kasus ujaran kebencian dengan Nahdlatul Ulama (NU).
"Kami tidak bermaksud membubarkan. Awalnya, kami bermaksud baik-baik, menanyakan apa yang dilakukan," jelasnya.
"Awalnya, saya masuk, karena rekan saya yang sudah masuk dibentak-bentak. Lalu saya diinjak kakinya dan disikut perutnya. Terjadilah cekcok tersebut," imbuhnya.
Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Minggu 30 Januari 2022: Siang Berawan, Malam Diperkirakan Hujan Deras
Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Minggu 30 Januari 2022: Siang Diprediksi Berawan, Suhu 30 Derajat Celcius
Baca juga: Pohon Asem Tumbang, Timpa Garasi Rumah Warga Dusun Manggeh Karanganyar, Berikut Data Kerusakannya
Baca juga: Mengapa Kabupaten Pati Tidak Miliki Pangkalan Truk? Berikut Keluhan Para Sopir
Gangsar mengatakan, acara kumpul-kumpul tersebut ternyata juga tidak berizin.
"Karena Nur Sugik kerap menyebarkan ujaran kebencian pada NU, Banser, dan Ansor, kemudian, acaranya tanpa izin."
"Setelah ditunggu beberapa lama, usai cekcok seperti yang terlihat di video yang viral, perkumpulan akhirnya membubarkan diri," katanya.
Sementara, Kapolsek Sokaraja AKP Trisno mengatakan, kegiatan tersebut memang benar belum berizin.
"Ya, kami memang tidak tahu. Kumpulan itu tidak ada pemberitahuan ataupun izin. Kami tidak tahu," ungkapnya. (Tribunbanyumas/jti)