Berita Batang

Pertama Kunjungi Pasar Minggon Batang, Devi Ketagihan Ingin Datang Lagi Berburu Jajan Tradisional

Pasar Minggon Jatinan Batang mulai dikunjungi warga setelah pelonggaran di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: dina indriani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DINA INDRIANI
Devi Apriliani, pengunjung Pasar Minggon Jatinan Batang, menunjukkan jajanan tradisional ranbut nenek yang dibeli di pasar tersebut, Minggu (23/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Pasar Minggon Jatinan Batang mulai dikunjungi warga setelah pelonggaran di tengah pandemi Covid-19.

Beragam kuliner ditawarkan dan menjadi daya tarik bagi pengunjung, di antaranya jajanan tradisional.

Pasar Minggon terletak di lokasi yang cukup strategis, di pinggir Jalan Pantura Batang dengan nuansa asri hutan jati.

Pasar ini mengusung konsep jadul. Transaksi di pasar ini menggunakan kreweng sebagai ganti uang rupiah.

Wisatawan pun bisa bernostalgia lewat suasana dan makanan yang dijajakan.

Ini pula yang dirasakan Devi Apriliani, pengunjung yang mampir ke Pasar Minggon, dalam perjalanan menuju Pemalang.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Anak di Batang, Wagub Taj Yasin Minta Siswa Ajak Teman agar Mau Divaksin

Baca juga: Kreatif! Pemdes Kalimanggis Batang Bangun Wisata Kuliner Ilir Pari Tumpang Sari di Tanah Bengkok

Baca juga: Cara Guru SLB Negeri Batang Hilangkan Ketakutan Siswa saat Divaksin: Ajak Foto saat Mulai Disuntik

Baca juga: Bukit Siglagah Longsor, Sebagian Wilayah di 3 Desa di Batang Terancam Banjir Bandang

Perempuan asal Kendal itu pun menyempatkan mampir ke Pasar Minggon Jatinan untuk beristirahat sambil berwisata kuliner.

"Sebenarnya, sudah tahu ( Pasar Minggon) dari sosial media. Kebetulan, ini mau ke Pemalang dan sudah rencana mampir untuk istirahat di sini, sambil wisata kuliner," tuturnya, Minggu (23/1/2022).

Berbekal informasi dari sosial media itulah, ia ingin berburu berbagai makanan lama. Bahkan, sudah ada jajanan yang diincar.

"Karena kan sekarang sudah jarang ya dijual, jadi sekalian nostalgia jajanan jadul saat masih sekolah dasar, seperti rambut nenek, gulali, leker, telur gulung, ternyata, lumayan banyak dan lengkap. Jadi puas untuk jajannya, apalagi harganya juga standar, ditambah suasananya enak jadinya betah istirahat di sini," jelasnya.

Selain makanan, Devi juga membeli beberapa mainan tradisional.

"Ternyata, juga ada mainan tradisionalnya, kayak yoyo, terus mainan dari kayu dan kapal-kapalan. Tadi, beli untuk keponakan biar kenal juga mainan tradisional."

"Pokoknya, senang lah. Nanti, selanjutnya, akan datang juga ajak keluarga," ujarnya. (*)

Baca juga: Vaksinasi Booster di Purbalingga Dimulai 24 Januari 2022, Prioritas Lansia dan Pelayan Publik

Baca juga: Cari Tempat Nongkrong di Kudus? Coba ke Lavamong Coffe and Resto, Usung Nuansa Retro Menu Nusantara

Baca juga: Ini Alasan Minimarket di Purbalingga Tak Pajang Lagi Minyak Goreng saat Stok di Etalase Habis

Baca juga: Jadwal Laga di Liga 1 Mundur Sehari, Manajer PSIS Semarang: Kami Support Keputusan Tersebut

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved