Berita Purbalingga

DBD Merebak di Purbalingga, Dinkes: Ada 9 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Dinas Kesehatan Purbalingga melakukan fogging di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kamis (20/1/2022).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
ILUSTRASI. Petugas melakukan fogging di beberapa titik rawan yang ada di Kecamatan Kendal Kota, Kabupaten Kendal, Kamis (23/7/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Dinas Kesehatan Purbalingga melakukan fogging di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kamis (20/1/2022).

Langkah ini dilakukan setelah muncul sembilan kasus demam berdarah dengue (DBD) dan satu kasus meninggal akibat DBD.

Pemegang Program Pengendalian DBD DKK Purbalingga Abidin Solihin (Abisol) mengatakan, fogging dilakukan untuk memutus penularan DBD dan mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) atau wabah.

Abisol mengatakan, hasil penelitian terkait indeks house di lokasi tersebut, kasus DBD telah mencapai 50 persen.

Padahal, sesuai etentuan Kementrian Kesehatan, fogging bisa dilakukan kalau indeks house sudah lebih dari 5 persen.

"Fogging seharusnya dilakukan kemarin, Rabu (19/1/2022), namun mengingat TKP berdekatan dengan area umum, yakni dekat Pasar Kutawis dan dua Madrasah maka fogging baru bisa dilakukan sekarang," ujarnya, dalam rilis.

Baca juga: Pemkab Purbalingga Serahkan Bantuan bagi Warga Terdampak Erupsi Semeru, Terkumpul Rp 346 Juta

Baca juga: Kukuhkan Ketua Unsur Pelaksana, Ketua DWP Purbalingga Ingatkan Tugas Jadi Pendamping Baik bagi Suami

Baca juga: Bulan Dana PMI 2021 Purbalingga Tembus Rp 898 Juta, Bupati Tiwi Ajak Kontraktor Ikut Terlibat

Baca juga: Kejari Purbalingga Siap Dampingi Pemdes Kelola ADD dan DD, Kasi Intel: Supaya Tidak Menyalahi Aturan

Sebelum fogging, tambah Abisol, sehari sebelumya, sudah dilakukan sosialisasi pengendalian nyamuk menular, yakni dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lewat 3M plus.

Yaknik, pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup, mengubur barang-barang yang bisa untuk berkembang bisa nyamuk.

"Dalam sosialisasi, kami menggandeng unsur pemerintah desa, Babinsa, kepala Pasar Kutawis, karang taruna, kader PKK, dan para kader kesehatan masyarakat desa serta tokoh masyarakat," katanya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Pulang dari Mekkah, 20 Persen Jemaah Umrah asal Indonesia Positif Covid

Baca juga: Vaksinasi Booster Sudah Bisa Dinikmati Warga Kudus, Pelayanan Tersedia di Faskes Milik Pemerintah

Baca juga: Mulai Nyaman dengan PSIS Semarang tapi Taufik Hidayat Mengaku Belum Puas, Kenapa?

Baca juga: Luruskan Informasi, Polda Jateng Pastikan Pemerkosa Istri Penjual Cap Jiki di Boyolali Bukan Polisi

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved