Berita Jawa Tengah

Kami Akan Terus Dampingi Meski Anggaran Minim - Berikut Cara Disbudpar Kudus Kembangkan Desa Wisata

Disbudpar Kabupaten Kudus akan terus melakukan pendampingan kepada desa yang masih belum berjalan dalam mengoptimalkan potensi wisata.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/RIFQI GOZALI
Mutrikah, Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Disbudpar Kabupaten Kudus fokus melakukan pendampingan terhadap desa wisata.

Hal itu dimaksud selain untuk mengoptimalkan potensi desa, juga untuk menggeliatkan ekonomi kerakyatan yang ada di desa tersebut.

Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Mutrikah mengatakan, pada 2022 ini alokasi anggaran untuk dinasnya tidak sebanyak jika dibanding dengan sebelum pandemi Covid-19.

Dia menyadari, di antara konsentrasi pemerintah daerah saat ini masih tentang penanganan Covid-19.

Baca juga: Mulai Jual Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter, Supermarket di Kudus Ini Langsung Diserbu Warga

Baca juga: Pria Tanpa Busana Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Mahkota Kudus, Sempat Ditemani Seorang Perempuan

Baca juga: Identitas Mayat Pria di Hotel Mahkota Kudus Terungkap, Kakek 68 Tahun Asal Purwosari

Baca juga: Atas SD Negeri 2 Klaling Rusak Parah, DIsdikpora Kudus: Tahun Ini Pasti Diperbaiki, Mulai Maret 2022

"Tetapi kami tetap berupaya bagaimana supaya kegiatan pengembangan pariwisata dan pendampingan pelaku usaha pariwisata tetap berlanjut," kata Mutrikah kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (19/1/2022).

Tika, begitu dia akrab disapa, melanjutkan, Bupati Kudus H M Hartopo mendorong dinasnya supaya tetap menjadi pelayan masyarakat yang baik.

Apalagi saat ini pandemi masih berlangsung, masyarakat sedang membutuhkan pemulihan ekonomi sehingga pihaknya dituntut untuk selalu berkreasi dan berinovasi.

"Sehingga kami bisa membangkitkan kegiatan kepariwisataan ini dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat," kata Tika.

Pihaknya saat ini tengah fokus menggerakkan desa wisata.

Dia sadar betul, bahwa desa yang sudah menyandang sebagai desa wisata telah memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan dikenalkan sebagai destinasi wisata.

"Walaupun tanpa anggaran, bagaimana masyarakat tetap bisa termotivasi dan bisa ada pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan kami yang bekerja sama dengan para Kades dan pelaku usaha wisata," kata dia.

Saat ini, lanjutnya, ada 28 desa di Kudus yang telah menyandang status sebagai desa wisata.

Semuanya memang belum sepenuhnya aktif.

Namun, kata Tika, separuh dari 28 desa tersebut telah berjalan dalam mengoptimalkan potensi wisata di desanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved