Berita Tegal
Dilema Pedagang Gorengan di Kota Tegal, Kurangi Bahan Baku Karena Tingginya Harga Minyak Goreng
Pedagang gorengan di Jalan Pantura Tegal, Satrio (32) mengatakan, mahalnya harga minyak goreng sangat berpengaruh terhadap penghasilannya.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
"Semoga pemerintah bisa hadir untuk menstabilkan harga minyak goreng," harapnya.
Sementara pedagang minyak goreng di Pasar Pagi Kota Tegal, Rofik (49) mengatakan, tingginya harga minyak goreng sudah berlangsung sebulan lebih.
Harga minyak goreng mengalami naik sejak awal Desember 2021.
Kenaikannya pun berangsur, kini mencapai yang tertinggi.
Minyak goreng curah Rp 19.500 per liter.
Sedangkan minyak goreng kemasan Rp 20.000 per liter.
Sedangkan normalnya hanya Rp 12.500 per liter.
"Tahun-tahun sebelumnya, kalau tahun baru sudah lewat harga turun."
"Ini seminggu masih bertahan tinggi," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (8/1/2022).
Rofik mengatakan, kenaikan harga minyak goreng bagi pedagang sembako sepertinya tidak begitu berpengaruh.
Karena hingga saat ini penjualan tetap stabil.
Dia tiap harinya masih bisa menghabiskan sebanyak 75 liter minyak curah dan 24 botol minyak kemasan.
Menurutnya, dampak tingginya harga minyak goreng sangat dirasakan oleh pedagang gorengan dan pemilik warung.
"Kalau saya tidak berdampak."
"Dampaknya lebih pada ke pedagang gorengan," ungkapnya. (*)
Baca juga: Vaksinasi Anak di Pati Capai 10 Persen, Sejak Dimulai 28 Desember 2021, Total Sasaran 112 Ribu Orang
Baca juga: Haryanto Angkat Topi, 30 Tahun Mengabdi Sebagai ASN, Sekda Pati Diganjar Satyalancana Karya Satya
Baca juga: Karena Alasan Cedera, Eka Febri Ditarik Keluar di Babak Kedua PSIS Semarang Vs Persija Jakarta
Baca juga: PSIS Semarang Kesulitan Ciptakan Gol Penyeimbang di Babak Kedua, Kalah Lawan Persija, Skor 1-2