Selasa, 5 Mei 2026

Berita Kesehatan

Warga Kota Tegal Diminta Waspada Omicron, Ini Gejala Hingga Cara Penanganannya

Gejala yang dirasakan bisa demam, sakit kepala, pilek, batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, hingga kehilangan indra penciuman maupun perasa. 

Tayang:
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kepala Dinkes Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Kepala Dinkes Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penularan varian baru Covid-19, yakni Omicron. 

Hal itu dikarenakan varian Omicron memiliki daya tular yang sangat cepat. 

Prima mengatakan, untuk gejalanya sama dengan varian Covid-19 yang lain, termasuk varian Delta. 

Gejala yang dirasakan bisa demam, sakit kepala, pilek, batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, hingga kehilangan indra penciuman maupun perasa. 

Baca juga: Muncul Tiga Kasus Baru Covid di Kabupaten Tegal, Ketiganya Sudah Divaksin Dua Kali

Baca juga: Capaian Testing Covid-19 Kota Tegal Disebut Masih Rendah, Dinkes: Minimal 256 Orang Tiap Pekan

Baca juga: Yuliati Lega dan Makin Tenang, 154 Siswa SDN 10 Panggung Kota Tegal Sudah Disuntik Vaksin

Baca juga: Angka Testing Covid-19 Dianggap Masih Rendah di Kota Tegal, Berikut Ini Klarifikasi Kepala Dinkes

"Omicron ini daya tularnya memang lebih cepat dibandingkan Delta."

"Tetapi gejalanya hampir sama, seperti flu," kata Prima kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (7/1/2022). 

Prima menjelaskan, untuk mencegah potensi tertular Omicron, kunci utamanya adalah protokol kesehatan

Karena penularan virus tersebut melalui pernapasan. 

Dia berpesan, masyarakat harus perketat lagi protokol kesehatan.

Memakai masker secara benar, mencuci tangan menggunakan sabun, dan hindari kerumunan. 

Jika merasakan flu, segara berobat ke Puskesmas ataupun klinik kesehatan terdekat. 

"Kalau mau tes Covid-19 juga bisa langsung datang ke kantor dinas kesehatan, gratis tanpa dipungut biaya."

"Sangat dianjurkan bagi masyarakat yang telah bepergian ke luar kota atau menerima tamu dari luar kota," ungkapnya. 

Sementara untuk pengetesan, menurut Prima, varian Omicron memiliki alat khusus. 

Pertama, pengetesan tetap menggunakan alat PCR. 

Jika CT Value-nya kurang dari 30, ada indikasi ke arah Omicron. 

Masyarakat yang bersangkutan kemudian akan melanjutkan tes berikutnya dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS).

"Nah, kami curiga itu Omicron apabila ada yang positif, tapi hasil CT Value-nya kurang dari 30."

"Maka ada tes lanjutan pakai metode WGS," jelasnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Lagi! Ditemukan Jejak Kaki Diduga Milik Macan di Kepetek Banyumas, BKSDA Masih Ragu

Baca juga: Adu Banteng Motor dan Minibus di Jalan Raya Ajibarang-Wangon Banyumas, Pemotor Tewas di Tempat

Baca juga: Pendaftaran SNMPTN Dibuka, Ini Daya Tampung Prodi 2021 di Unsoed Purwokerto yang Bisa Jadi Referensi

Baca juga: PT KAI Daop 5 Purwokerto Catat Ada 77.895 Penumpang saat Libur Nataru, Melonjak 50% dari Tahun Lalu

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved