Breaking News:

Berita Semarang

Pemkot Semarang Kurangi Pegawai Non ASN, DPRD: Jangan Sampai Menambah Angka Pengangguran

DPRD minta ada solusi atas kebijakan pengurangan pegawai non ASN Pemkot Semarang agar tidak sampai menambah angka pengangguran. 

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim berharap kebijakan pengurangan pegawai non ASN di Lingkungan Pemkot Semarang tidak menambah jumlah pengangguran di Kota Lunpia tersebut.

Perlu ada solusi atas kebijakan pengurangan pegawai non ASN agar tidak sampai menambah angka pengangguran. 

Baca juga: Pasar Johar Semarang Diresmikan Presiden, Pedagang: Mulai dari Nol Cari Pelanggan, Semoga Berkah

Baca juga: 18 Pejabat Eselon II Pemkot Semarang Dirotasi, Berikut Daftar Lengkap Nama dan Posisi Barunya

Baca juga: 2.723 Pegawai Pemkot Semarang Bakal Diputus Kontrak Per Maret 2022, Ini Alasannya

Baca juga: Aksi Pencuri Gasak 47 Tabung Elpiji di Kota Semarang Terekam CCTV, Diangkut Pakai Motor Belasan Kali

Mualim mengatakan, pada saat itu beban kerja Pemkot Semarang cukup tinggi.

Sehingga, dilakukan rekrutmen pegawai non ASN.

Dia pun mengapresiasi Pemkot Semarang terkait hal tersebut.

Kemudian, adanya formasi rekrutmen CPNS, secara otomatis pegawai non ASN ini akan tergerus. 

Dia meminta kepada Pemkot Semarang agar benar-benar mengevaluasi dan melihat beban kerja sebelum memutuskan untuk mengurangi pegawai non ASN. 

"Adanya alokasi CPNS ini harus dievaluasi dan dilihat, seandainya non ASN diputus kontrak apakah pekerjaan bisa diselesaikan."

"Alokasi CPNS berapa harus dihitung."

"Contoh, di satu dinas ada 20 pengawai non ASN."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved