Breaking News:

Berita Semarang

2.723 Pegawai Pemkot Semarang Bakal Diputus Kontrak Per Maret 2022, Ini Alasannya

Sebanyak 2.723 pegawai non-aparatur sipil negara (non-ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Semarang bakal diputus kontrak pada Maret 2022.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin di Balai Kota Semarang, Kamis (6/1/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebanyak 2.723 pegawai non-aparatur sipil negara (non-ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Semarang bakal diputus kontrak pada Maret 2022.

Pemerintah Kota Semarang telah mengeluarkan surat evaluasi penggunaan pegawai kontrak.

Dalam surat tersebut, kepala perangkat daerah wajib melaksanakan rasionalisasi atau pengurangan pegawai kontrak, kecuali kecamatan dan kelurahan.

Sekda Kota Semarang Iswar Aminuddin menyampaikan, evaluasi penggunaan pegawai kontrak ini didasarkan pada analisa beban kerja.

Adanya perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada tahun lalu, dapat menutup kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

"Kelebihan SDM ini kami keluarkan sebagian tapi belum semua. Langkah ini kami lakukan jangan sampai beban kerja lebih kecil dari pada jumlah pegawai di Kota Semarang."

"Itu kan sama saja dengan pemborosan. Sehingga, kami mengeluarkan kebijakan ada pengurangan non-ASN," jelas Iswar, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Pasar Johar Semarang Diresmikan Presiden, Pedagang: Mulai dari Nol Cari Pelanggan, Semoga Berkah

Baca juga: Aksi Pencuri Gasak 47 Tabung Elpiji di Kota Semarang Terekam CCTV, Diangkut Pakai Motor Belasan Kali

Baca juga: Prediksi Line Up PSIS Semarang Hadapi Persija Jakarta Nanti Malam: 4 Pemain Asing Potensi Dimainkan

Baca juga: Awalnya Pesta Miras, Bapak-bapak di Kota Semarang Saling Ejek dan Berujung Penganiayaan

Iswar memaparkan, selama ini, non-ASN melekat pada kegiatan. Ternyata, kegiatan Pemerintah Kota Semarang di era pandemi tidak begitu banyak seperti kondisi normal.

Kebutuhan SDM pun tidak sebanyak biasanya. Penggunaan teknologi dalam pekerjaan juga menjadi bagian dari analisa beban kerja.

"Hampir semuanya, Semarang sudah menjadi smart city, menggunakan teknologi. Saya kira, beban kerja jadi berkurang. Itu salah satu variabel kami. Ditambah, adanya CPNS," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved