Penanganan Corona
Sama Seperti Kemarin, Rencana Hartopo Antisipasi Masuknya Virus Omicron di Kudus
Mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19, Pemkab Kudus akan kembali menggencarkan testing, tracing, dan treatment (3T).
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus, HM Hartopo kembali mengingatkan pentingnya protokol kesehatan kepada warganya.
Apalagi, saat ini sudah ada warga Indonesia yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron.
"Untuk antisipasi Omicron sebetulnya sama seperti kemarin."
"Yaitu imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat supaya protokol kesehatan dijalankan," kata Bupati Kudus HM Hartopo kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (17/12/2021).
Baca juga: Jembatan Sentono di Klumprit Kudus Rawan Ambruk, Mobil Dilarang Lewat
Baca juga: Polres Kudus Berlakukan Rapid Antigen Acak di Rest Area, Berlaku Selama Libur Nataru
Baca juga: Hore! Buruh Rokok di Kudus Mulai Terima BLT Cukai Rp 600 Ribu Per Orang
Baca juga: Bupati Hartopo Kegerahan, Keringat Bercucuran Saat Ikuti Sidang Paripurna DPRD Kudus, Ada Apakah?
Langkah selanjutnya yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19, kata dia, yakni dengan kembali menggencarkan testing, tracing, dan treatment (3T).
Selanjutnya, lanjutnya, pihaknya akan lebih mengetatkan lagi sejumlah tempat, misalnya di objek wisata.
"Pengetatan di sektor wisata, biasanya hari libur yang jadi tujuan adalah wisata," kata dia.
Sebelumnya, kata dia, dia berencana akan menutup sejumlah tempat umun yang biasa jadi titik keramaian, termasuk tempat wisata.
Penutupan tersebut akan dilakukan tepat saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Hal itu untuk menghindari terjadinya kerumunan yang bisa menjadi wahana penularan virus.
Rencana penutupan tersebut, kata dia, sebelumnya akan dikaji terlebih dahulu.
Preseden yang paling memungkinkan untuk dilakukan penutupan adalah perkembangan yang terjadi jelang libur Natal apakah ramai pengunjung atau tidak.
"(Untuk penutupan) lihat perkembangan."
"Kalau perkembangannya tidak memungkinkan harus dibuka ya ditutup."
"Kalau bisa ditolerir ya cuma pengetatan saja atau pembatasan," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bupati-kudus-hartopo-saat-ditemui-di-kudus-jumat-26112021.jpg)