Breaking News:

Berita Tegal Hari Ini

Pedagang Alun-alun Kota Tegal Pasang Bendera Kuning, Buntut Jalan Ditutup Portal Tiap Malam

Bendera kuning yang dipasang menjadi tanda kematian ekonomi para pedagang dan penjual jasa di Jalan Pancasila dan Alun-alun Kota Tegal. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Paguyuban pedagang memasang bendera kuning sebagai bentuk protes atas penutupan akses jalan ke Alun-alun Kota Tegal, Senin (6/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kawasan Alun-alun Tegal (P2KAT) memasang puluhan bendera kuning di sekitar Alun-alun dan Jalan Pancasila Kota Tegal, Senin (6/12/2021). 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes karena akses jalan menuju alun-alun masih ditutup pada malam hari. 

Padahal status Kota Tegal sudah PPKM Level 1. 

Baca juga: Dua Siswa SLBN Kota Tegal Juara Nasional Ajang Kreasi ABK, Namanya Ardi dan Rizki

Baca juga: Jumadi Kaget Sekaligus Bangga, Siswa SLBN Kota Tegal Dipenuhi Bakat, Ada yang Juara Nasional

Baca juga: Apa Kabar Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR PDAM Kota Tegal? Kejaksaan: Masih Terus Berjalan

Baca juga: Bus Rombongan Santri Terguling di Turunan Dekat Guci Tegal, Sempat Tabrak Pikap dari Arah Berlawanan

Ketua P2KAT, Anis Yuslam Dahda mengatakan, bendera kuning ini menjadi tanda kematian ekonomi para pedagang dan penjual jasa di Jalan Pancasila dan Alun-alun Kota Tegal

Karena meskipun sudah PPKM Level 1, akses jalan masih ditutup saat malam hari. 

Total bendera kuning yang dipasang ada 100 buah. 

"Kami pasang serentak bendera untuk kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila."

"Harapannya portal dibuka agar ekonomi mulai kembali," kata Anis kepada Tribunbanyumas.com, Senin (6/12/2021). 

Anis mengatakan, pedagang dan penjual jasa yang merasa keberatan jumlah mencapai 200 orang. 

Semua pedagang tersebut pun sudah menandatangani bukti keberatan atas kebijakan tersebut. 

Selain itu, menurut Anis, pihaknya pun sudah beraudiensi dengan pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi partai politik di Kota Tegal

Mereka sudah mengeluarkan rekomendasi agar Wali Kota Tegal agar secepatnya membuka portal jalan. 

"Kami menyurati Wali Kota Tegal, tetapi tidak ada balasan."

'Akhirnya kami lewat jalur politik, lewat DPRD Kota Tegal," ungkapnya. (*)

Baca juga: Purwokerto dan Cilacap Catat Inflasi pada November: Tertinggi Sepanjang 2021, Dipicu Harga Telur

Baca juga: Sambut Hari Disabilitas, Siswa SLB di Purwokerto Baca Puisi: Inilah yang Aku Terima, Terimalah Aku

Baca juga: Harus Bayar Angsuran Pinjaman Modal Nikah, Pemuda di Purbalingga Nekat Curi HP di 3 Warung

Baca juga: Alhamdulillah, Warga Pances Purbalingga Tak Lagi Kesulitan Air Bersih saat Kemarau. Dipasok Pamsimas

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved