Berita Banyumas

Purwokerto dan Cilacap Catat Inflasi pada November: Tertinggi Sepanjang 2021, Dipicu Harga Telur

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto Samsun Hadi mengatakan, inflasi di Purwokerto dan Cilacap pada November 2021 dipicu harga telur.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
ILUSTRASI. Peternak ayam petelur di Kecamatan Patean Kendal sedang mengambil telur dari kandang, Minggu (17/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto Samsun Hadi mengatakan, Purwokerto dan Cilacap mengalami inflasi masing-masing 0,40 persen dan 0,36 persen month to month (mtm) pada November 2021.

Samsun menambahkan, inflasi tersebut, satu di antaranya terjadi lantaran kenaikan harga produk peternakan berpa daging dan telur ayam.

Hal ini disampaikan Samsun lewat keterangan tertulis yang diterima, Minggu (5/12/2021).

Samsun menambahkan, secara tahunan, inflasi di Purwokerto dan Cilacap tercatat masing-masing sebesar 1,76 persen (yoy) dan 1,41 persen (yoy), berada di bawah rentang target inflasi sebesar 3±1 persen.

Secara umum, inflasi Purwokerto dan Cilacap tercatat tertinggi sepanjang tahun 2021.

Baca juga: Pemkab Banyumas Stok 20 Ribu Reagen, Siap Gelar Rapid Antigen pada Wisatawan saat Libur Nataru

Baca juga: Bus Trans Banyumas Resmi Layani Warga, Gratis Selama Sebulan

Baca juga: Stasiun Cilacap Layani Tes Rapid Antigen, Buka Setiap Hari Pukul 08.00-16.00 WIB

Baca juga: Kebakaran Kapal Pupuk Pusri di Cilacap Diduga dari Ruang ABK, Basarnas Pastikan 26 ABK Selamat

Selain produk peternakan, inflasi di Purwokerto dan Cilacap juga dipicu kenaikan harga cabai merah yang melonjak tajam lantaran stok yang menipis akibata cuaca buruk.

"Harga komoditas minyak goreng juga terpantau meningkat cukup signifikan didorong oleh kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia pada bulan laporan dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2021," ujar Samsun.

Samsun pun optimistis, hingga akhir tahun, inflasi di Purwokerto dan Cilacap terkendali dalam rentang sasaran target inflasi 3±1% (yoy).

Dia memperkirakan, risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian inflasi ke depan antara lain perkembangan permintaan domestik, khususnya rumah tangga yang terganggu sebagai upaya mengurangi tersebarnya Pandemi Covid-19.

Serta, berbagai upaya pemulihan ekonomi nasional, termasuk bantuan pemerintah bagi para pelaku usaha di tengah kondisi Pandemi Covid-19.

"Perubahan cuaca dan iklim yang mempengaruhi produksi juga dapat berdampak pada terjadinya fluktuasi harga beberapa komoditas hortikultura," imbuh dia.

Peningkatan harga komoditas yang ditentukan oleh pemerintah, semisal cukai rokok, diperkirakan turut andil sebagai penyumbang inflasi.

Baca juga: Terlibat Perkelahian saat Pertandingan Persahabatan, 2 Warga Purbalingga Dipolisikan. Kini Masuk Bui

Baca juga: Mahasiswa, Kamu Harus Sudah Divaksin Lengkap Kalau Ingin Ikut PTM Kampus di Kota Semarang!

Baca juga: BPBD Lumajang Akui Tak Ada Alat Deteksi Dini Letusan Semeru, Warga Malah Tonton Erupsi dari Sungai

Baca juga: Tersesat, Pendaki Gunung Merbabu Asal Ukraina Ditemukan Tanpa Logistik

Sementara, kebijakan pemerintah berupa subsidi listrik, subsidi PPnBM kendaraan bermotor, dan pelonggaran LTV 100 persen untuk sektor real estate diperkirakan turut mendorong tingkat konsumsi masyarakat.

Di sisi lain, beberapa hal yang berpotensi menahan laju inflasi antara lain masih terbatasnya konsumsi dan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang masih berlanjut serta pasokan bahan pangan utama yang diperkirakan terkendali.

Pemerintah juga telah menetapkan bahwa subsidi listrik masih berlanjut pada 2021 meskipun persentase subsidinya dikurangi.

Sejak April 2021, subsidi listrik untuk tegangan 450 watt berkurang menjadi 50 persen, sedangkan untuk tegangan 900 Watt menjadi 25 persen.

Samsun memastikan, koordinasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pihak terkait lain akan terus dilakukan sebagai upaya menjamin ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga, khususnya untuk bahan kebutuhan pokok. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved