Breaking News:

Berita Nasional

WNA dari 11 Negara Ini Sementara Dilarang Masuk Indonesia, WNI Wajib Karantina

Pemerintah menambah daftar negara asal pejalan yang dilarang masuk ke Indonesia untuk mencegah masuknya varian Omicron, varian baru virus Corona.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi penumpang pesawat berpergian di tengah pandemi Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah menambah daftar negara asal pejalan yang dilarang masuk ke Indonesia untuk mencegah masuknya varian Omicron, varian baru virus Corona.

Warga negara asing (WNA) dari 11 negara tersebut atau sempat singgah di 11 negara tersebut bakal ditolak sementara masuk ke Indonesia.

Sementara, warga negara Indonesia (WNI) pelaku perjalanan dari 11 negara tersebut wajib menjalani karantina.

Hal ini disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 lewat Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dikutip dari Kompas.com, Senin (29/11/2021).

Dilansir dari siaran pers di laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin, SE ini berlaku efektif mulai tanggal 29 November 2021 sampai waktu yang ditentukan kemudian.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Larang Masuk WNA dari 8 Negara di Afrika, Cegah Merebaknya Covid Varian Omicron

Baca juga: Masuk Indonesia, WNA Wajib Kantongi Surat Vaksin Covid. Berlaku Mulai 6 Juli

Baca juga: Waspada! Virus Corona Varian B.1.1.529 Lebih Mudah Menginfeksi dan Menurunkan Fungsi Vaksin

Dalam SE terbaru ini, disebutkan, 11 negara itu terdiri dari tiga negara yang telah mengonfirmasi adanya transmisi komunitas varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron, yakni Afrika Selatan, Botswana, dan Hong Kong.

Lalu, ada delapan negara yang secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus varian Omicron secara signifikan, yakni Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, dan Lesotho.

"Dalam hal WNI yang berasal dari negara/wilayah sebagaimana dimaksud, tetap dapat memasuki wilayah Indonesia dengan dilakukan tes ulang RT-PCR saat kedatangan dan diwajibkan menjalani karantina 14 x 24 jam," demikian dikutip dari poin aturan dalam SE Nomor 23.

Kewajiban karantina dijalankan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Bagi WNI yang terdiri dari pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar/mahasiswa, atau pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri sesuai dengan Surat Keputusan Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional dengan biaya ditanggung oleh pemerintah;
  2. Bagi WNI di luar kriteria di atas, termasuk untuk diplomat asing di luar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing menjalani karantina di tempat akomodasi karantina;
  3. Tempat akomodasi karantina wajib mendapatkan rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 yang telah memenuhi syarat dan ketentuan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia untuk kebersihan (cleanliness), kesehatan (health), keamanan (safety), dan kelestarian lingkungan (environment sustainability)-(CHSE) dan kementerian yang membidangi urusan kesehatan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya atau dinas provinsi yang membidangi urusan kesehatan di daerah terkait dengan sertifikasi protokol kesehatan Covid-19;
  4. Dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing- masing selama 7x24 jam;
  5. Dilakukan tes RT-PCR kedua pada hari ke-13 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 14x24 jam;
  6. Dalam hal tes ulang RT-PCR sebagaimana dimaksud pada huruf k menunjukkan hasil negatif, WNI diperkenankan melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan;
  7. Dalam hal hasil positif, maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah;
  8. Pemeriksaan tes RT-PCR sebagaimana dimaksud pada huruf k dapat dimintakan pembanding secara tertulis dengan mengisi formulir yang telah disediakan KKP atau kementerian yang membidangi urusan kesehatan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan biaya pemeriksaan ditanggung sendiri oleh pelaku perjalanan internasional;
  9. Pelaksanaan tes pembanding RT-PCR sebagaimana dimaksud pada huruf n dilakukan oleh laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM), atau Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), atau Rumah Sakit Bhayangkara Raden Said Sukanto (RS. Polri) dilakukan secara bersamaan atau simultan oleh KKP atau laboratorium yang bekerjasama dengan tempat akomodasi karantina.

Baca juga: Buntut Tabrakan KA Wijayakusuma dan Mobil Cayla di Banyumas, PT KAI Bakal Tuntut Pengemudi Mobil

Baca juga: Wali Kota Gibran Tuding Dirut Persis Solo Egois Ajak Pasoepati Konvoi Motor sebelum Laga Terakhir

Baca juga: Bus PO Putra Jaya Tabrak Tebing di Tawangmangu Karanganyar, Bawa Rombongan dari Semarang

Baca juga: Omzet Penjualan Serbuk Rempah Warga Kendal Tembus Rp 23 Juta Per Bulan, Ini Kuncinya

Masih berdasarkan SE yang sama, bagi WNI pelaku perjalanan internasional dari luar 11 negara tersebut pun wajib menjalankan tes RT PCR dan karantina begitu tiba di Indonesia.

Namun, masa karantina bagi mereka adalah selama tujuh hari dan dilakukan tes ulang RT PCR pada hari keenam.

Sejumlah hal yang melatarbelakangi diterbitkannya SE ini adalah, pertama bahwa pada saat ini telah ditemukan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 di Afrika Selatan, yang telah meluas persebarannya ke beberapa negara di dunia, sehingga diperlukan penyesuaian mekanisme pengendalian terhadap perjalanan internasional sebagai upaya memproteksi Warga Negara Indonesia (WNI) dari kasus importasi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aturan Terbaru Perjalanan Internasional, WNI yang Masuk dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved