Breaking News:

Berita Banyumas

Buntut Tabrakan KA Wijayakusuma dan Mobil Calya di Banyumas, PT KAI Bakal Tuntut Pengemudi Mobil

PT KAI Daop 5 Purwokerto berniat menuntut ganti rugi kepada pengemudi mobil Calya dalam tabrakan dengan kereta Wijayakusuma, Minggu (28/11/2021).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Humas Daop 5 Purwokerto
Petugas mengecek rel kereta setelah tabrakan antara mobil dan kereta api Wijayakusuma di perlintasan di antara Stasiun Ijo dan Stasiun Tambak Banyumas, Minggu (28/11/2021) pukul 16.22 WIB. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto berniat menuntut ganti rugi kepada pengemudi mobil Calya dalam tabrakan dengan kereta Wijayakusuma di perlintasan sebidang antara Stasiun Ijo dan Stasiun Tambak di Banyumas.

Kecelakaan yang terjadi Minggu (28/11/2021) itu mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana milik PT KAI.

Kecelakaan itu juga diduga dipicu kelalaian pengendara mobil.

Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat mengatakan, kecelakaan tersebut menunjukkan masih rendahnya kedisiplinan warga dalam berlalu lintas.

"PT KAI Daop 5 Purwokerto mengajak seluruh pengguna jalan bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api," ujar Daniel dalam rilis yang diterima, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Nekat Terobos Perlintasan Kereta, Mobil Calya Ditabrak KA Wijayakusuma di Dekat Stasiun Ijo Banyumas

Baca juga: Serius Ingin Kelola Sampah Warga, Pemdes Ajibarang Wetan Banyumas Berguru ke Rempoah

Baca juga: Masih Banyak Warga yang Enggan Divaksin Covid, Dinkes Banyumas Gandeng Tokoh Agama untuk Mengedukasi

Baca juga: SPSI Usulkan UMK Banyumas Rp 2,5 Juta, Acuannya Kebutuhan Hidup Layak

Dijelaskan Daniel, sesuai Pasal 124 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api di perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan.

Sementara, dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 disebutkan bahwa pada pelintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain serta mendahulukan kereta api.

Sesaat sebelum kecelakaan terjadi, masinis kereta Wijayakusuma berkali-kali membunyikan klakson namun mobil nekat melaju hingga tabrakan tak terhindarkan.

Sementara, sesuai PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain pada Pasal 6 ayat 1 menyebutkan, pada perlintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas.

Daniel mengatakan, ada 195 perlintasan sebidang di wilayah Daop 5 Purwokerto, yang terbagi menjadi perlintasan sebidang terjaga 109 perlintasan dan tidak terjaga 86 perlintasan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved