Berita Jawa Tengah

Ganjar Lantik 132 Pejabat Fungsional di Semarang: Jadi Guru Harus Bisa Bentuk Karakter Anak-anak

Sebanyak 132 pejabat fungsional di 23 jenis jabatan dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (19/11).

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
132 pejabat fungsional di 23 jenis jabatan dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kota Semarang, Jumat (19/11/2021). 

TRIBUBANYUMAS.COM, SEMARANG - 132 pejabat fungsional di 23 jenis jabatan dilantik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jumat (19/11/2021).

Sejumlah pekerjaan rumah langsung diberikan Ganjar kepada para pejabat fungsional di masing-masing jenis jabatan.

Hal itu disampaikan Ganjar seusai melantik dan mengambil sumpah atau janji pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Jateng, di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang.

Baca juga: Pakaian Ganjar Basah Kuyup, Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Banjarnegara

Baca juga: Berjumpa Samidi di Cilacap, Ganjar Jadi Bintang Tamu Program Curanmor Radio Bercahaya FM

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Kaji Opsi Formula UMK Ganda untuk 2022, Berikut Pertimbangannya

Baca juga: Ganjar Sebut Banjarnegara Jadi Perhatian Nasional Saat Musim Penghujan, Karena Kondisi Ini

Pejabat fungsional harus merespon perubahan pasca pandemi.

“Kita sampaikan kepada mereka agar fungsional merespon persoalan yang hari ini muncul akibat pandemi."

"Pasca pandemi ini kan luar biasa,” ujarnya.

Ganjar mengatakan, pejabat fungsional mesti memberikan dukungan kepada jalannya pemerintahan.

Apalagi mereka bekerja sesuai dengan keahliannya atau profesional pada bidangnya.

“Umpama dokter menangani pasien, pengawas tenaga kerja tuh ngecek keamanan tenaga kerja dan upah buruh nih lagi ramai."

"Terus kemudian saya lihat guru, mereka mesti membentuk karakter anak-anak,” jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Ganjar, para pejabat fungsional ini juga harus memegang teguh empat pilar kebangsaan yakni NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.

Terutama para guru.

“Didiklah anak-anak kita terutama yang guru itu agar saling menyayangi."

"Terus kemudian sikap mereka toleran sebagai anak-anak itu nggak perlu mempersoalkan urusan yang sifatnya SARA sehingga karakter anak terbentuk."

"Bagaimana kemudian dia baik, spiritualitasnya baik, emosionalnya baik, cerdasnya ada di situ,” jelasnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved