Breaking News:

Berita Banjarnegara Hari Ini

Ganjar Sebut Banjarnegara Jadi Perhatian Nasional Saat Musim Penghujan, Karena Kondisi Ini

Kabupaten Banjarnegara menjadi perhatian nasional karena beberapa daerahnya rawan bencana, terutama saat musim penghujan tiba. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek kesiapsiagaan Kabupaten Banjarnegara menghadapi bencana di Lapangan Desa Wanayasa, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai kesiapsiagaan Kabupaten Banjarnegara dalam menghadapi bencana pada musim penghujan sudah berjalan baik.

Kesiapsiagaan tersebut akan memberikan rasa aman bagi masyarakat. 

Ganjar mengapresiasi seluruh komponen yang tergabung dalam apel kesiapsiagaan bencana ini.

Baca juga: Cegah Gelombang 3 Ledakan Covid, Dokter RSI Banjarnegara Minta Warga Tak Lengah Jaga 3M

Baca juga: Vaksinasi Covid bagi Lansia di Banjarnegara Terus Digenjot, Giliran Warga Parakancanggah

Baca juga: Puluhan Warga Parakancanggah Banjarnegara Terinfeksi Chikungunya, Berikut Gejala Penderitanya

Baca juga: Tidak Menurun, Begini Antusiasme Warga Ikuti Vaksinasi Dosis Kedua di Desa Pucang Banjarnegara

BPBD, Dinsos, TNI, Polri, PMI, Ormas, hingga para relawan selalu siap hadir untuk membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana. 

"Beberapa kali menghadapi situasi bencana, mereka selalu ada untuk membantu masyarakat," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (18/11/2021).

Kabupaten Banjarnegara, menurut dia, menjadi perhatian nasional karena beberapa daerahnya rawan bencana, terutama saat musim penghujan tiba. 

Karena itu dia mengingatkan seluruh peserta apel untuk selalu siap menggunakan berbagai cara dalam meminimalisasi risiko bencana.

Cara paling sederhana adalah menggunakan cara tradisional dalam melihat situasi alam, alias ilmu titen. 

"Misalnya, jika hujan turun deras di area rawan bencana longsor segera siapkan tempat mengungsi bagi masyarakat," terangnya.

Disamping itu, sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai informasi mengenai kondisi cuaca, peta bencana, dan peringatan dini bila ada potensi bencana juga menjadi bagian penting untuk meminimalisasi risiko bencana. 

Segala bentuk informasi, baik melalui media mainstream atau media sosial (medsos) perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka tahu perkembangan kondisi terkini.

Ganjar juga mengingatkan agar peralatan dan perlengkapan siaga bencana selalu dicek kesiapannya agar berfungsi baik ketika sedang menghadapai situasi bencana.

"Peralatan berfungsi, sosialisasi terjadi, peta bencana dimiliki, cuaca dipantau maka kesiapsiagaan bencana bisa dilaksanakan," katanya. (*)

Baca juga: Cerita Kakak Beradik Asal Temanggung Curi Motor di Kendal, Diky Cuma Butuh Waktu 15 Detik

Baca juga: Januari-November 2021 41 Ibu Hamil di Brebes Meninggal Terpapar Covid, Bupati: Semua Belum Divaksin

Baca juga: Kota Tegal Kini Sudah Punya Satgas Covid-19 Pelajar, Berikut Tugas Mereka

Baca juga: Rambutan Jadi Sirup dan Selai, Begini Cara Warga Pemalang Pamer Produk ke Wagub Jateng

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved