Breaking News:

Berita Banjarnegara

Pemkab Banjarnegara Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, Berlaku Tiga Bulan Mulai 9 November

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menetapkan status siaga darurat bencana alam hingga tiga bulan ke depan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
DOKUMENTASI KORAMIL 17 WANAYASA
ILUSTRASI. Upaya pembersihan material longsor di jalan penghubung Desa Dawuhan dan Desa Pagergunung, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (26/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menetapkan status siaga darurat bencana alam hingga tiga bulan ke depan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan, masa siaga darurat bencana alam dimulai sejak tanggal 9 November 2021 sampai tiga bulan ke depan.

Penetapan status siaga darurat ini seiring meningkatnya curah hujan yang mulai memicu bencana alam, khususnya banjir, longsor dan angin kencang.

"Status siaga darurat bencana alam ditetapkan Plh Bupati untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya, Selasa (16/11/2021).

Baca juga: Gunakan Panas Bumi, Geodipa Siapkan Listrik Berkekuatan 10 MW di Dieng Banjarnegara

Baca juga: Akses ke Dieng via Pejawaran Banjarnegara Terganggu, Tebing Setinggi 40 Longsor Tutupi Jalan di Beji

Baca juga: Jangan Diberi Oli Bekas! Begini Cara Menolong Korban Digigit Ular Menurut Dokter RSI Banjarnegara

Baca juga: Mengintip Tradisi Ngelik yang Hampir Punah di Banjarnegara, Nyanyi Shalawatan Bernada Tinggi

Dengan penetapan status siaga darurat ini, menurutnya, semua organisasi perangkat daerah (OPD) bersinergi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Pemkab juga menyiapkan langkah penanganan kedaruratan, di antaranya mempersiapkan posko.

Andri mengatakan, puncak musim penghujan di Banjarnegara diperkirakan terjadi pada bulan Januari hingga Februari.

Tetapi, bulan November ini, juga curah hujan sudah mulai tinggi sehingga masyarakat patut mewaspadai.

"November abnormal menurut BMKG, jadi curah hujan semakin tinggi," katanya.

Pada musim penghujan ini, sejumlah bencana alam sudah mulai terjadi di Banjarnegara, baik banjir maupun tanah longsor.

Tak hanya menutup akses jalan, longsor bahkan merusak sejumlah rumah warga dan mengakibatkan satu korban jiwa.

Baca juga: Bupati Kebumen Pernah Dididik di Satuan Brimob, Terungkap saat Syukuran Peringati HUT Ke-76 Brimob

Baca juga: Pemkab Banyumas Catat Pertumbuhan Ekonomi 2020 Minus 1,65 Persen, Ini Penyebabnya

Baca juga: Jelang Laga Hadapi Persikabo di Liga 1 2021, PSIS Semarang Solidkan Trio Lini Depan

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 16 November 2021: Rp 1.923.000 Per 2 Gram

Di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan, Kamis (21/10/2021) lalu, longsor tebing jalan menimpa sebuah rumah yang di dalamnya dihuni satu keluarga.

Nahas, seorang balita bernama Gilang, yang sedang tertidur di kamar, meninggal karena tertimpa material longsor dan puing bangunan.

Sementara, Minggu (14/11/2021), longsor tebing juga menimbun jalan kabupaten di Desa Beji, Kecamatan Pejawaran.

Akibatnya, lalu lintas menuju kawasan dataran tinggi Dieng terputus total. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved