Breaking News:

Berita Banyumas

Pemkab Banyumas Catat Pertumbuhan Ekonomi 2020 Minus 1,65 Persen, Ini Penyebabnya

Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi Banyumas pada 2020 turun, bahkan minus 1,65 persen.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Media gathering bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso, Jumat (12/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi Banyumas pada 2020 turun, bahkan minus 1,65 persen.

Padahal, tiga tahun sebelumnya, periode 2016-2019, pertubuhan ekonomi Banyumas selalu di atas 6 persen.

Pada 2016 tingkat pertumbuhan mencapai 6,5 persen, 2017 sebesar 6,34 persen, dan 2019 sebesar 6,32 persen.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banyumas Purwadi Santoso mengatakan, turunnya pertumbuhan ekonomi tahun lalu didominasi oleh faktor konsumsi.

"Didominasi konsumsi karena pandemi, ruang ditutup. Begitu ruang ditutup, tidak bisa jualan, yang beli langka, langka itu ada tapi sedikit. Maka, konsumsinya turun," kata Santoso, Jumat (12/11/2021).

Baca juga: Semua Objek Wisata di Banyumas Sudah Dibuka, Ini Hasil Evaluasi Dinporabudpar selama 1 Bulan

Baca juga: Terciduk Polresta Banyumas, Niat 3 Pemuda asal Bandung Mencuri di Kos Dekat Unsoed Purwokerto Gagal

Baca juga: Membanggakan! Siswi SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang Banyumas Raih 2 Medali untuk Jateng di Peparnas Papua

Baca juga: Baturraden Jadi Fokus Pantauan Libur Nataru, Polresta Banyumas Antisipasi Lonjakan Kasus Covid

Santoso mengatakan, faktor kosumsi mempengaruhi pertumbuhan maupun penurunan ekonomi hampir 50 persen.

"Maka, otomatis, tahun 2020 itu turunnya banyak sekali, pabrik tidak bergerak, tidak kerja, kemudian gaji karyawan mungkin berkurang bahkan ada yang PHK," ungkapnya.

Sebenarnya, upaya pemerintah menjaga agar pertumbuhan ekonomi tak anjlok telah dilakukan. Di antaranya, menyalurkan bantuan sosial.

"Jadi, bantuan sosial tahun 2020 yang biasanya (sebelum pandemi) hanya 26 persen dari jumlah penduduk, itu sampai 70 persen."

"Bahkan, beberapa desa itu bisa 100 persen dapat bantuan semua," katanya.

Nyatanya, upaya ini belum membuahkan hasil. Karena itu, Santoso mengatakan, Pemkab Banyumas bakal terus menggejot pertumbuhan ekonomi agar tahun ini kembali meningkat. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Jelang Laga Hadapi Persikabo di Liga 1 2021, PSIS Semarang Solidkan Trio Lini Depan

Baca juga: Gunakan Panas Bumi, Geodipa Siapkan Listrik Berkekuatan 10 MW di Dieng Banjarnegara

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 16 November 2021: Rp 1.923.000 Per 2 Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved