Breaking News:

Berita Banyumas

Video Bupati Banyumas Minta KPK Ingatkan Kepala Daerah sebelum OTT Viral, Begini Penjelasannya

Potongan video berisi pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein yang meminta KPK mengingatkan kepala daerah sebelum OTT, viral di medsos.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKAB BANYUMAS
Bupati Banyumas Achmad Husein saat mengikuti rapat di Graha Satria Purwokerto, Rabu (20/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Potongan video berisi pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kepala daerah sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT), viral di media sosial (medsos).

Cuplikan video ini pun mengundang reaksi negatif dari banyak warganet.

Dalam video tersebut, Husein mengatakan, para kepala daerah takut dan tidak mau di-OTT.

"Kami mohon kepada KPK, sebelum OTT, kalau ditemukan kesalahan, sebelum OTT kami dipanggil dahulu. Kalau ternyata dia berubah, ya sudah, lepas gitu, Pak. Tapi kemudian, kalau tidak berubah, baru ditangkap, Pak," kata Husein dalam video yang beredar.

Baca juga: Terciduk Polresta Banyumas, Niat 3 Pemuda asal Bandung Mencuri di Kos Dekat Unsoed Purwokerto Gagal

Baca juga: Membanggakan! Siswi SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang Banyumas Raih 2 Medali untuk Jateng di Peparnas Papua

Baca juga: Paman di Pekuncen Banyumas Tega Cabuli Ponakan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Baca juga: Baturraden Jadi Fokus Pantauan Libur Nataru, Polresta Banyumas Antisipasi Lonjakan Kasus Covid

Terkait peredaran video tersebut, Husein angkat bicara. Menurut dia, cuplikan video yang beredar tidak lengkap.

Husein menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan saat acara diskusi dalam rangka koordinasi supervisi pencegahan (Korsupgah) bersama KPK, baru-baru ini.

"Diskusi itu dalam ranah tindak pencegahan, bukan penindakan. Yang namanya pencegahan kan ya dicegah, bukan ditindak," kata Husein dikutip dari Kompas.com, Senin (15/11/2021).

Husein mengatakan, dalam forum tersebut, sebenarnya ada enam poin yang disampaikan. Satu di antaranya, mengenai OTT.

"Dengan pertimbangan bahwa OTT itu menghapus dan menghilangkan kepada daerah, padahal bisa jadi kepala daerah tersebut punya potensi dan kemampuan memajukan daerahnya," ujar Husein.

Husein berpendapat, belum tentu lewat OTT, daerah tersebut keadaannya akan menjadi lebih baik.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved