Breaking News:

Berita Banyumas

Paman di Pekuncen Banyumas Tega Cabuli Ponakan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Polisi mengamankan GH (43), warga Desa Keranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, atas dugaan tindakan pencabulan anak dibawah umur.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Humas Polresta Banyumas
GH (jaket merah), diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Banyumas, di Mapolresta Banyumas, Rabu (10/11/2021). warga Desa Keranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, ini dilaporkan telah mencabuli keponakannya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Polisi mengamankan GH (43), warga Desa Keranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, atas dugaan tindakan pencabulan anak dibawah umur.

GH diamankan Kamis (4/11/2021), sekira pukul 01.00 WIB.

Kasat Reskrim Kompol Berry menyampaikan, percabulan anak ini terjadi sejak November 2019 di rumah GH.

Korban adalah NR (13), remaja putri, warga Pekuncen.

"Pelaku GH (43) melakukannya pada saat korban sedang bermain handphone di dalam kamar rumah milik tersangka."

"Tiba-tiba, tersangka masuk kedalam kamar, kemudian duduk di samping korban dan melakukan tindakan asusila terhadap korban," ujar Berry lewat keterangan tertulis, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Baturraden Jadi Fokus Pantauan Libur Nataru, Polresta Banyumas Antisipasi Lonjakan Kasus Covid

Baca juga: Tak Kuat Menanjak di Kedungrandu Banyumas, Truk Terguling. Muatan Singkong Tumpah

Baca juga: Warga Purwanegara Banyumas Dibekuk Polisi, Lima Kali Cabuli Remaja Putri setelah Nyatakan Suka

Baca juga: Jelang Pilkades Serentak 15 Desember 2021, Polresta Banyumas Petakan Desa Rawan Konflik

Mendengar anaknya dicabuli GH, orangtua NR, ED (39), melaporkan kejadian ini melaporkan kepada Satreskrim Polresta Banyumas.

Berry mengatakan, pelaku adalah paman NR.

"Pelaku sudah melakukan tiga kali. Jadi, pada saat melakukan, ibu korban melihat secara langsung," imbuhnya.

Atas laporan itu, tim kemudian mengamankan GH beserta barang bukti pakaian yang dikenakan saat kejadian.

Pelaku dijerat Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

GH terancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

Terkait kejadian ini, Berry mengimbau masyarakat menjaga komunikasi, terutama komunikasi di lingkup keluarga, khususnya peran orangtua.

Karena, menurut Berry, kejahatan bisa muncul, salah satunya karena kurangnya komunikasi dalam keluarga.

Selain itu, pentingnya pengawasan terhadap pergaulan dan perilaku anak. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Selamat! Tiga Atlet Panahan Purbalingga Gondol Medali Emas di Peparnas Papua

Baca juga: Ahli Geologi UPN Yogyakarta Ingatkan Potensi Longsor Banjarnegara dan Purbalingga, Ini Saran Mereka

Baca juga: Bus Rela Tabrak 2 Mobil dan 1 Motor di Jalan Raya Purwodadi-Solo, Mobil Membawa Rombongan Pengantin

Baca juga: 21 Kelurahan di Salatiga Nol Kasus Covid, Tinggal 4 Pasien yang Masih Dirawat di Rumah Sakit

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved