Berita Solo
Temuan BEM UNS, Kekerasan saat Diklatsar Menwa Juga Memakan Korban di Angkatan 2008 dan 2019
BEM UNS Solo menemukan adanya dugaan kekerasan lain dalam pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) Menwa UNS.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menemukan adanya dugaan kekerasan lain dalam pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) Menwa UNS.
Dugaan kekerasan itu dialami peserta lain saat mengikuti diklatsar angkatan 2008 dan 2019.
"Beberapa hal lain, temuan yang sudah di-speak up oleh banyak elemen 2013. Kemudian, 2008 ada orangtua yang anaknya punya gangguan pasca kegiatan ini."
"Untuk yang 2013, sudah kami konfirmasi, benar. Dia speak up dan insyaallah, kawan-kawan mahasiswa siap melindungi," ujar Ketua BEM UNS Zakky Musthofa.
Baca juga: Dua Panitia Diklatsar Menwa UNS Jadi Tersangka Kematian Gilang, Polisi: Diduga Melakukan Kekerasan
Baca juga: UNS Tugaskan Tim Penasihat Hukum Dampingi Mahasiswa yang Diperiksa Polisi Terkait Diklat Maut Menwa
Baca juga: Geledah Markas Menwa UNS, Polisi Sita Dokumen Terkait Diklatsar yang Tewaskan Gilang
Baca juga: Tak Hanya di UNS Solo, Kasus Peserta Diklatsar Menwa Tewas Juga Terjadi di UMS
Dia menuturkan, berdasarkan informasi, apabila peserta membeberkan hal-hal yang dialami saat mengikuti diklatsar kepada publik, peserta itu akan mendapat denda dari Menwa.
"Budayanya, kalau berani speak up ada denda dan keluar juga dari Menwa. Informasi budaya itu kami terima dari salah satu anggota tim kita. Dia menemukan temuan ketika bertanya ke peserta diklat tahun lalu," ucapnya.
Respons Tim Evaluasi
Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Menwa UNS Solo mengaku bakal berhati-hati dalam mengambil sikap terkait adanya dugaan kekerasan tersebut.
Ketua Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Menwa UNS Solo Dr Sunny Ummul Firdaus menerangkan, timnya bakal menelusuri kebenaran-kebenaran informasi itu.
Baca juga: Sopir Vanessa Angel Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan, Dijerat Dua Pasal Sekaligus
Baca juga: Hanya 4 Hari! Polres Purbalingga Gelar Vaksinasi Massal Covid di Mapolres, Berakhir 14 November 2021
Baca juga: Warga Purwanegara Banyumas Dibekuk Polisi, Lima Kali Cabuli Remaja Putri setelah Nyatakan Suka
Baca juga: Cerita Warga Kebumen 2 Hari 2 Malam Terapung di Laut: Lihat Suguhan Pisang dan Minum Air Kembang
Sunny menegaskan, timnya tidak ingin bekerja berdasarkan dugaan-dugaan dan asumsi, melainkan bekerja berdasarkan fakta, data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menjelaskan, pihaknya sangat terbuka seandainya ada mahasiswa, alumnus, ataupun masyarakat yang mengalami dugaan kekerasan di UNS.
"Kami sangat terbuka. Tim sangat meminta bantuan kepada masyarakat terkait hal-hal yang berbau tidak sesuai atau kekerasan di tempat kamu," terangnya, Rabu (10/11/2021). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Dugaan Kekerasan terhadap Peserta Diklatsar Menwa, Ini Temuan BEM UNS".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/aksi-mahasiswa-uns-menuntut-pengusutan-kasus-tewasnya-gilang-saat-diklatsar-menwa.jpg)