Berita Klaten
Tergusur Proyek Tol Solo-Yogyakarta, 200 Makam di TPU Desa Taskombang Klaten Bakal Direlokasi
Sekitar 200 makam di TPU Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tergusur proyek Tol Solo-Yogya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KLATEN - Sekitar 200 makam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tergusur proyek Tol Solo-Yogyakarta.
Makam-makam tersebut rencananya akan dipindahkan ke area pemakaman yang baru.
"Sejak dapat kabar kompleks pemakaman kena tol, warga tidak memanfaatkan lagi. Jadi, kalau ada anggota keluarga yang meninggal, tidak dikubur di sana," ujar Kepala Desa Taskombang Aris Sumarno, dikutip dari TribunJogja.com, Senin (8/11/2021).
Baca juga: Terima Rp 6 Miliar dari Proyek Tol Solo-Yogya, Warga Klaten Ini Pilih Beli 2 Rumah Berpekarangan
Baca juga: Pembebasan Lahan Tol Solo-Yogyakarta Capai 26,2 Persen, Pemerintah Gelontor Dana Rp 1,7 Triliun
Baca juga: Viral Mobil Plat Merah Milik Dinkes Klaten Halangi Ambulans, Begini Kronologi dan Akhirnya
Baca juga: Pedagang Makanan di Klaten Jadi Korban Order Fiktif, Ada Pesanan Jutaan Rupiah untuk Panti Asuhan
Ia mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) Taskombang telah mendata ahli waris dari makam tersebut.
Namun, untuk proses pemindahan, belum bisa dilakukan karena proses ganti rugi tanah terdampak proyek tol belum memasuki wilayahnya.
Menurutnya, proses ganti kerugian tanah terdampak tol di desa itu akan dilakukan pada tahun 2022 mendatang.
Meski demikian, Aris menyebut, pihaknya telah menyiapkan satu bidang tanah kas desa seluas 2 ribu meter persegi sebagai tempat relokasi ratusan makam itu.
"Jumlah makam mungkin sekitar 200 lebih ya, itu lahan penggantinya sudah kami siapkan. Lokasinya tidak jauh dari kompleks makam yang lama," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten Sulistiyono menuturkan, pembebasan lahan terdampak jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, baru memasuki Kecamatan Ngawen.
Pada tahun 2021 ini, Kecamatan Ngawen menjadi wilayah paling terakhir yang akan menerima pembayaran uang ganti kerugian (UGR) tol.
"Untuk Ngawen, nanti kalau masyarakat sudah setuju, insyaallah tahun 2021 ini selesai karena hanya sampai Kecamatan Ngawen anggaran itu tersedia di tahun 2021 ini," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya menyiapkan anggaran sebanyak Rp 650 miliar untuk membebaskan bidang tanah milik warga di Kecamatan Ngawen tersebut.
"Itu yang masih ada sekitar Rp 650 miliar, ya nanti kalau setuju, akan kami ajukan dulu, kami tidak menunggu. Nanti, kalau ada warga yang setuju, langsung kami ajukan dan bayarkan UGR-nya," sebut Sulis.
Baca juga: Disetujui DPR, Pelantikan KSAD Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI Tinggal Tunggu Waktu
Baca juga: Selamat, SMP Negeri 1 Somagede Juarai Lomba Karawitan Banyumas Jejang Sekolah Menengah
Baca juga: Maestro Keroncong Waldjinah Terima Penghargaan Pengabdi Seni Seumur Hidup di Solo Keroncong Festival
Baca juga: Air Bah Tiba-tiba Datang, 6 Pemancing di Sungai Gembong Karanganyar Terseret Arus. Satu Masih Hilang
Kemudian, lanjut Sulis, untuk warga yang berada di kecamatan lain, akan dilakukan pembayaran UGR pada tahun 2022 mendatang.
"Kalau Ngawen sudah selesai, berarti tinggal enam kecamatan lagi, pembayaran untuk tahun depan," ucapnya.
Saat ini, empat kecamatan di Klaten yang sudah menerima pembayaran UGR tol yakni, Kecamatan Delanggu, Polanharjo, Ceper, dan Karanganom.
Di Klaten, ada 11 kecamatan yang bakal dilalui proyek strategis nasional itu. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Ratusan Makam di Taskombang Klaten Terimbas Proyek Tol Yogyakarta-Solo, Ini Kata Kepala Desa.