Berita Budaya
Maestro Keroncong Waldjinah Terima Penghargaan Pengabdi Seni Seumur Hidup di Solo Keroncong Festival
Maestro keroncong Waldjinah mendapat penghargaan Pengabdi Seni Seumur Hidup, Minggu (7/11/2021).
TRIBUNBANYUMAS.COM, SOLO - Maestro keroncong Waldjinah mendapat penghargaan Pengabdi Seni Seumur Hidup, Minggu (7/11/2021).
Penghargaan ini diserahkan dalam pembukaan Solo Keroncong Festival 2021 yang digelar di Convention Hall Terminal Tirtonadi Solo.
Acara tersebut berlangsung selama dua hari, Minggu (7/11/2021)-Senin (8/11/2021).
Penghargaan ini juga menjadi kado spesial bagi Waldjinah yang berulang tahun ke-76.
Waldjinah lahir di Solo, 7 November 1945.
Penghargaan bagi Waldjinah ini diberikan Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa.
Pelantun tembang Walang Kekek itu mendapat bingkai sketsa wajahnya saat masih muda.
"Saat saya tanya, umur berapa beliau (Waldjinah) di gambar ini. Beliau mengatakan, saat usianya masih 15 tahun," kata Teguh Prakosa.
Baca juga: Penyandang Dana Bom Bunuh Diri Mapolresta Solo Meminta Maaf: Saya Menyadari yang Saya Lakukan Salah
Baca juga: 51 Budaya Jateng Masuk WBTb Kemdikbud. Selain Mendoan, Ada Ebeg Banyumas dan Hik Solo
Baca juga: Sah! Irfan Bachdim Resmi Gabung Persis Solo
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di 7 Sekolah di Solo Dihentikan, Ditemukan Kasus Covid-19 di 5 SD dan 2 SMP
Waldjinah mengatakan, saat itu, dirinya sudah menjadi bintang radio seluruh Indonesia.
"Tahun 1965, saya menjadi bintang radio se-Indonesia, nomor satu. Saat itu, presidennya masih bapak Soeharto," kata Waldjinah.
Nama Waldjinah mulai dikenal masyarakat saat usianya masih 12 tahun.
Kala itu, dia menjadi juara kontes menyanyi bertajuk Ratu Kembang Katjang pada tahun 1958.
Selain Waldjinah, sejumlah seniman juga mendapatkan penghargaan dalam pembukaan Solo Keroncong Festival 2021, di antaranya Endah Laras, Sruti Respati, Subdari Soekorjo, dan Intan Soekotjo.
Sementara, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Hilmar Farid, mengaku kaget saat mengetahui festival Solo Keroncong digelar di terminal.
"Saya kaget, kok di terminal ada gedung pertunjukan. Tapi, setelah saya datang ke sini, saya lihat ini gedung yang luar biasa," kata Hilmar saat membuka acara.