Berita Purbalingga
Antisipasi Dampak La Nina, BPBD Purbalingga Pastikan Peralatan dan Personel Siap Hadapi Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mewaspadai peningkatan curah hujan sebagai dampak fenomena La Nina.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mewaspadai peningkatan curah hujan sebagai dampak fenomena La Nina.
Mereka pun menyiapkan personel gabungan agar siap terjun ke lapangan untuk mengantisipasi maupun menangani saat terjadi bencana alam.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Purbalingga Umar Fauzi mengatakan, pihaknya telah menerima peringatan La Nina dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Menurut BMKG, La Nina berintensitas moderat dapat mengakibatkan pergerakan massa udara basah yang memicu peningkatan curah hujan di wilayah Kabupaten Purbalingga.
Baca juga: Diundang ke Bali, Kie Art School Purbalingga Tampilkan Kesenian Ujungan Berusia 111 Tahun
Baca juga: Buka Diklatsar Satgas Karang Taruna, Bupati Purbalingga Ingin Anak Muda Jadi Agen Perubahan
Baca juga: Pengurus PD Prima-DMI Purbalingga Dilantik, Diharapkan Bentengi Remaja Masjid dari Paham Radikal
Baca juga: Kartu Prakerja Purbalingga Mulai Tunjukkan Hasil, 132 Peserta Jadi Wirausaha dan Pekerja Pabrik
Hujan berintensitas sedang ini diperkirakan terjadi hingga Februari 2022.
Catatan historis La Nina tahun 2020 lalu, terjadi peningkatan akumulasi curah hujan di Pulau Jawa antara 20 persen sampai 70 persen, dari kondisi normal.
"Oleh karenanya, diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan akan terjadinya bencana," ungkap Umar dalam Apel Gelar Pasukan Dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Tahun 2021, di Alun-alun Purbalingga, Selasa (2/11/2021).
Umar menambahkan, bencana yang berpotensi terjadi di Purbalingga antara lain longsor dan banjir.
Dalam gelar pasukan ini, beberapa unsur terlibat dalam kesiapsiagaan yang dilakukan, di antaranya TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Dinhub, Dinkes, DPUPR, PMI, Dinsosdalduk KBPPPA, Baznas, PLN, dan KPH Wilayah Banyumas Timur.
Juga, SAR Purbalingga, MDMC, Banser, Purbalingga Reaksi Cepat, Tagana, Kwarcab Pramuka Purbalingga, Rapi, Destana, Mastana, Karang Taruna, Senkom, dan Orari.
Setelah apel, masing-masing organisasi dan instansi yang terlibat menurunkan personel dan peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki.
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan, untuk menanggulangi bencana, tidak cukup unsur yang disebutkan di atas.
Butuh sengkuyung pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, bersama masyarakat, lewat cara menyediakan posko bencana.
"Khususnya, di titik-titik yang mempunyai potensi bencana atau yang setiap tahun rutin terjadi bencana," katanya dalam rilis yang diterima.
Tiwi, sapaan bupati mengatakan, Purbalingga merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang rawan bencana alam, karena memiliki dataran tinggi, pegunungan, dan dialiri beberapa sungai besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/apel-gelar-pasukan-dalam-rangka-kesiapsiagaan-menghadapi-bencana-di-purbalingga.jpg)