Breaking News:

Berita Kesehatan

Lagi, Indonesia Terima 819.600 Dosis Vaksin Moderna

Upaya pemerintah meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 bagi warga terus dilakukan. Satu di antaranya, mendatangkan vaksin.

Editor: rika irawati
dok.ist/via tribun padang
Ilustrasi vaksin virus corona (Covid-19). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Upaya pemerintah meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 bagi warga terus dilakukan. Satu di antaranya, mendatangkan vaksin.

Sabtu (30/10/2021), pemerintah Indonesia menerima 819.600 dosis vaksin Moderna dari pemerintah Belanda.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tinggi kepada negara sahabat yang telah ikut membantu dukungan vaksin," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, dikutip Kompas.com dari Antara, Minggu (31/10/2021).

Kedatangan vaksin tersebut merupakan tahap 108 dan diterima dalam bentuk vaksin jadi.

Dengan demikian, total jumlah vaksin yang telah didatangkan ke Indonesia sebanyak 313.155.360 dosis, dari berbagai merek, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku (bulk).

Baca juga: Perhompedin Semarang: Penderita Kanker Boleh Disuntik Vaksin, Tapi Ini Syaratnya

Baca juga: Urus SIM Bisa Sekalian Vaksin Covid, Tersedia Gerai Vaksinasi Presisi di Polres Karanganyar

Baca juga: Ada Warga Mengadukan Tawaran Jual Beli Vaksin Covid, Wali Kota Semarang Minta Dinkes Selidiki

Baca juga: Vaksinasi di Karanganyar Mulai Sasar Tingkat RT, Bidan Desa Disuruh Mendata yang Belum Vaksin

Vaksin tersebut diperoleh dari pembelian langsung dan bantuan dari negara sahabat.

"Lancarnya kedatangan vaksin membuat upaya percepatan dan perluasan program vaksinasi jadi lebih optimal," kata Usman.

Selain menjamin ketersediaan stok vaksin, pemerintah berupaya mempercepat vaksinasi dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama tentang berita tidak benar seputar vaksin Covid-19.

Menurut Usman, hoaks memperlambat vaksinasi di beberapa daerah.

"Masyarakat dibuat takut dan khawatir terhadap efek vaksinasi yang dilebih-lebihkan dan dibesar-besarkan," kata Usman.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved