Berita Jawa Tengah

Pekerja Karanganyar Berharap Ada Kenaikan Upah Tahun Depan, Pemkab Masih Menunggu Data BPS

Dalam penyesuaian UMK di Kabupaten Karanganyar akan mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2021.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
thikstockphotos
Ilustrasi mata uang Rupiah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Disdagnakerkop UKM Kabupaten Karanganyar masih menunggu data BPS untuk menghitung penyesuaian upah minimun kabupaten (UMK) 2022. 

Kasi Hubungan Industri (HI) dan Persyaratan Kerja Disdagnakerkop UKM Kabupaten Karanganyar, Suparno menyampaikan, dalam penyesuaian UMK mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2021.

Berbeda dengan penyesuaian UMK tahun sebelumnya menggunakan PP Nomor 78 Tahun 2015 yang mengikutsertakan KLH (Kebutuhan Hidup Layak). 

Baca juga: Ketagihan Judi Online, Rahmadi Gadaikan Truk Majikannya di Karanganyar, Alasan Dipakai Ambil Pasir

Baca juga: Inilah Kenangan Terakhir Sang Ayah Bersama Almarhum Gilang, Mahasiswa UNS Solo Asal Karanganyar

Baca juga: Menyoal Wacana Ganjil Genap di Karanganyar, Pelaku Usaha Minta Pemerintah Mempertimbangkan Lagi

Baca juga: Karanganyar Jadi Lokasi Uji Coba Sensus Pertanian 2023, BPS: Kami Hanya Ambil Sampel Terbatas

Dalam penyesuaian UMK 2022, Dewan Pengupahan Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan data pendukung dari BPS untuk menghitungnya. 

"Data bersumber dari BPS pusat, data yang dikumpulkan dari data BPS kabupaten/kota dan provinsi."

"Paling cepat 15 November 2021, data itu diberikan ke dinas."

"Tugas kami di dewan pengupahan kabupaten hanya menghitung sesuai data yang diperlukan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (27/10/2021). 

Dalam perhitungan penyesuaian UMK sudah ada rumusannya sesuai PP Nomor 36 Tahun 2021.

Berbeda dengan perhitungan penyesuaian UMK menggunakan PP Nomor 78 Tahun 2015 yang menggunakan upah berjalan ditambah laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

"Sekarang itu upah tahun berjalan ditambah pilihan yang paling tinggi dari laju pertumbuhan ekonomi atau inflasi."

"Dipilih salah satu yang paling tinggi, laju inflasi atau pertumbuhan ekonomi," jelasnya. 

Sementara itu, Koordinator Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kabupaten Karanganyar, Eko Supriyanto berharap ada kenaikan upah pada tahun depan.

Meski penyesuaian UMK 2022 menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2021, dia tetap mengajukan ada kenaikan upah melihat kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Teman-teman ke mana-mana kan wajib bermasker, pakai hand sanitizer."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved