Berita Jawa Tengah
Chacha Frederica: Kasus Stunting di Kendal Bukan Sekadar Masalah Ekonomi
Chacha Frederica: banyak anak-anak dari kalangan keluarga mampu juga mengalami permasalahan stunting akibat pola asuh yang salah.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kendal kembali menggencarkan upaya pencegahan kasus stunting.
Di antaranya dengan membuat kolam agar kegemaran makan ikan bagi anak meningkat.
Ketua TP PKK Kabupaten Kendal, Chacha Frederica mengatakan, permasalahan stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi.
Baca juga: Pekan Ini Kejar Lima Persen, Upaya Kebut Target Vaksinasi Lansia, Begini Instruksi Bupati Kendal
Baca juga: Kondisi MPP Kendal Sepi, Layanan Belum Optimal - Bupati Dico: Karena Banyak Faktor
Baca juga: Rotasi Pejabat Pemkab Kendal - Ferinando Rad Bonay Bergeser Jadi Kepala Disdag, Awalnya di Dinkes
Baca juga: Cerita Inspiratif Farid Ahmadi, Warga Kendal Miliki Karya Hingga Terpublikasi Skala Internasional
Katanya, banyak pula anak-anak dari kalangan keluarga mampu juga mengalami permasalahan stunting akibat pola asuh yang salah.
Dia berharap ada upaya merubah pola pikir masyarakat dalam mengasuh anak-anak lebih baik lagi.
Dengan cara, memperhatikan asupan gizi ibu hamil dan anak-anak selama masa pertumbuhan.
"Kami tekankan sosialisasi pencegahan stunting agar bisa menyeluruh dan harus benar-benar bisa dipahami oleh masyarakat."
"Bersama harus bisa menyosialisasikan ke masyarakat, terutama ibu hamil secara door to door," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (27/10/2021).
Chacha tidak ingin, sosialisasi hanya menyentuh wajah masyarakat.
Tetapi harus bisa menyasar target dengan lebih dekat dan mendalam.
"Saat melakukan sosialisasi pun, harus bisa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, jangan pakai bahasa yang tinggi-tinggi," tegasnya.
Istri Bupati Kendal ini memberikan perhatian khusus kepada Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo yang mencatatkan kasus stunting tertinggi se Kabupaten Kendal.
Dia berharap, ada upaya konkret pemerintah desa dalam menekan angka stunting.
Seperti membuat tambak untuk mencukupi kebutuhan ikan bagi anak-anak.
Pembuatan tambak ini bakal diperluas untuk meningkatkan gerakan gemar makan ikan cegah stunting.
"Salah satu makanan yang dapat mencegah stunting adalah dengan mengkonsumsi ikan."
"Ini perlu pendampingan dari pemerintah kepada keluarga yang ada di Kendal," terangnya.
Data terkini dari Dinkes Kabupaten Kendal, angka kasus stunting telah mencapai 5.017 kasus.
Jumlah ini menjadi perhatian pemerintah setempat dalam rangka menyiapkan SDM yang unggul.
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, permasalahan stunting menjadi satu fokus pemerintah saat ini.
Hal itu dimaksudkan dalam rangka mendorong pengembangan SDM di Kabupaten Kendal untuk menghadapi revolusi industri 4.0.
"SDM Kendal harus dijaga dan diperhatikan."
"Sehingga masyarakat bisa ikut berpartisipasi (dalam kemajuan daerah, red) dan tidak hanya jadi penonton di daerahnya," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (27/10/2021).
Kata Dico, jika stunting tidak dicegah, akan berdampak besar terhadap penciptaan SDM di Kabupaten Kendal.
Perlu upaya langsung dengan cara menggandeng BKKBN dan semua pihak terkait untuk menyosialisasikan serta mendampingi keluarga.
"Sementara ini belum ada perhatian lebih terhadap stunting di Kendal."
"BKKBN sudah memfasilitasi untuk pencegahan stunting, sekarang saatnya tugas bersama untuk menyosialisasikan soal stunting," terang Dico.
Dengan penandatanganan komitmen percepatan pencegahan stunting terintegrasi di Kabupaten Kendal, Dico menegaskan, pencegahan stunting sudah menjadi tanggung jawab bersama agar bisa tertangani dengan cepat dan maksimal. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Pemkab Banyumas Tambah PAUD Penyelenggaran PTM, Belajar dan Bermain Hanya 1 Jam
Baca juga: Dana BTT Boleh untuk Atasi Kemiskinan Esktrem, Pemkab Banyumas Pastikan Tak Berikan Bantuan Tunai
Baca juga: Tunda Pembukaan CFD di Seputaran Alun-alun Purwokerto, Pemkab Banyumas Minta Warga Tetap Berolahraga
Baca juga: Gempa Swarm di Salatiga Sekitarnya, Ahli Geologi Unsoed Purwokerto: Butuh Waktu Berhenti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/stunting-kabupaten-kendal.jpg)