Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Cerita Inspiratif Farid Ahmadi, Warga Kendal Miliki Karya Hingga Terpublikasi Skala Internasional

Farid Ahmadi bercerita, lika-liku perjuangan meraih satu mimpi menuju mimpi yang lainnya berjalan manis atas dukungan orangtua dan para kakaknya.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI PRIBADI FARID AHMADI
Farid Ahmadi, warga Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal menunjukkan beberapa karya buku terbitan internasional, Minggu (24/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Lahir dari kalangan keluarga non akademisi tak menyusutkan tekad Farid Ahmadi untuk berkarya dan berprestasi di bidang akademis. 

Warga Pungkuran Timur, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal ini telah menorehkan berbagai prestasi dan karya tingkat nasional serta internasional.

Seperti sejumlah penghargaan cukup membanggakan di beberapa negara dan kini sudah menggenapkan karya bukunya menjadi 14 item.

Baca juga: DPUPR Kendal: Proyek Jalur Penghubung Boja-Sukorejo Selesai Akhir Desember 2021

Baca juga: Pria Tanpa Identitas Tewas Diduga Terserempet KA Barang di Kaliwungu Kendal, Kondisinya Mengenaskan

Baca juga: Kini Giliran Izin Dua Sekolah Dicabut, Disdikbud Kendal: Pelaksanaan PTM Terbukti Abai Prokes

Baca juga: Wisata di Kendal Mulai Diserbu Warga, Contohnya Seperti di River Walk Boja

Perjuangan pria 44 tahun ini tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Keinginannya yang kuat untuk terus belajar sejak kecil, meski dengan keterbatasan ekonomi orangtuanya, menjadi pondasi dan penyemangatnya.

Farid Ahmadi bercerita, lika-liku perjuangan meraih satu mimpi menuju mimpi yang lainnya berjalan manis atas dukungan orangtua dan para kakaknya.

Pendidikan Farid sejak kecil didukung penuh bapaknya, Abdul Wahhab yang hanya berprofesi sebagai kemasan (perangkai emas) dan ibunya, Imrotun sebagai penjual tas kecil-kecilan.

Farid pun berucap, tak memiliki cita-cita yang tinggi saat itu.

Ia hanya ingin sekolah dan sekolah untuk mencari ilmu sebanyak mungkin sebagai bekal hidup di masa yang akan datang.

"Dari kecil tidak punya cita-cita, pinginnya sekolah saja," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (24/10/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved