Berita Jawa Tengah
Ganjar Jajaki Penerapan Bus Listrik di Jateng, Tercetus Seusai Tinjau Pabrik Viar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau pabrik dan serah terima kendaraan listrik buatan Viar Jawa Tengah.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau pabrik dan serah terima kendaraan listrik buatan Viar Jawa Tengah, di Kawasan Industri BSB, Mijen, Kota Semarang, Jumat (22/10/2021).
Pihaknya juga mendorong industri-industri segera melakukan riset dan pengembangan mobil listrik.
Saat ini yang sedang dibahas adalah penggunaan bus listrik untuk transportasi umum di Jawa Tengah.
Baca juga: Ustaz Dasad Latif Puji Sarung yang Dikenakan Ganjar, Tertarik Membelinya Jika Berada di Solo
Baca juga: Bertemu Ganjar, Dwikorita Sebut Curah Hujan di Jateng Bakal Terus Meningkat Hingga Desember
Baca juga: Tak Cuma Penampilan, Beginilah Cara Gubernur Ganjar Ngayubagyo Peringatan Hari Santri Nasional 2021
Baca juga: Ganjar Pranowo: Jateng Bershalawat Merupakan Bagian Ikhtiar dalam Penanganan Pandemi
“Yang kita mau dorong itu mobil."
"Termasuk di dinas perhubungan kita itu bus."
"Kita sudah penjajakan dengan beberapa penyedia bus listrik."
"Sehingga harapan kita bus-bus kota itu mungkin semuanya Trans Jateng juga bisa diganti listrik,” katanya.
Dalam acara itu, Ganjar melepas ribuan motor listrik buatan Viar di Jateng yang digunakan untuk para driver Grab.
Ganjar mengapresiasi langkah transformasi bahan bakar fossil ke listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Ini bagian dari spirit bagaimana mentransformasikan motor yang berbahan bakar Fossil pindah ke listrik,” tegas Ganjar.
Di sisi lain, Ganjar yang juga didampingi perwakilan dari Kementerian ESDM tersebut juga mengingatkan agar persiapan transformasi ini dilakukan secara menyeluruh.
Terutama terkait pengelolaan limbah baterainya.
“Nah kita harapkan bagaimana cara merecycle yang aman yang tidak membuat limbah B3 dan seterusnya ternyata sudah dipikirkan semua dan sekarang sistemnya sedang dikembangkan."
"Nanti ada semacam tempat untuk riset and development berkaitan dengan baterainya,” ujar Ganjar.
Upaya ini, kata Ganjar, harus didukung penuh.