Breaking News:

Berita Semarang

Biaya Umrah Diperkirakan Naik 40 Persen, Termurah Bakal Tembus Rp 37 Juta

Biaya ibadah umrah diprediksi naik hampir 40 persen. Biaya termurah yang semula Rp 22 juta, diperkirakan membengkak hingga Rp 37 juta.

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
AFP
Jemaah haji mengikuti salat Tarawih di sekitar Kabah, 13 April 2021. Pemerintah Arab Saudi membuka lagi Mekkah untuk ibadah umrah setelah 18 bulan sejak penutupan perbatasan akibat wabah Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Biaya ibadah umrah diprediksi naik hampir 40 persen dibanding sebelumnya.

Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena penerapan regulasi keamanan dan kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Jika sebelumnya paket umrah termurah mencapai Rp 22 juta lebih, untuk masa pandemi, membengkak mencapai Rp 37 juta.

Untuk itu, sejumlah biro umrah tengah menunggu kejelasan regulasi umrah yang sampai saat ini belum jelas.

Pemilik Biro Umrah Saibah, Kota Semarang, Bambang Riyanto mengatakan, kepastian regulasi terkait dibukanya kembali umrah bagi jemaah asal Indonesia, sangat dinanti-nanti.

"Apakah nantinya satu kamar di Arab Saudi hanya diisi dua jemaah atau kapasitas bus boleh penuh atau separuh, serta diwajibkan karantina bagi jemaah umrah, hingga vaksin booster. Karena, regulasi itu berpengaruh terhadap biaya umrah," terangnya, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Kabar Baik, Saudi Beri Sinyal Izinkan Jemaah Umrah dari Indonesia. Ini Harapan Biro Travel di Tegal

Baca juga: Jemaah Indonesia Belum Bisa Umrah, Terganjal Kasus Covid Tinggi dan Jenis Vaksin

Baca juga: Mengapa Semarang Belum Nol Kasus Covid-19? Ini Penjelasan Moh Abdul Hakam

Baca juga: Dampak Pengecoran, Jalan Pantura Semarang di Mangkang Macet hingga 10 Km. Sopir: Jadi Boros Solar

Informasi yang beredar, ada tambahan hari perjalanan umrah. Untuk keberangkatan, dibutuhkan waktu tiga hari. Sementara, pulang, delapan hari.

Tentu saja, kondisi ini berdampak pada biaya umrah.

"Jika biaya tambahan tersebut ditanggung pemerintah, tidak apa-apa karena paling murah biaya umrah Rp 22 juta. Jika diberlakukan regulasi tambahan, kami memprediksi biaya membengkak sampai Rp 37 juta," katanya.

Meski begitu, Bambang mengaku bersyukur, Arab Saudi telah memberi izin umrah bagi jemaah asal Idonesia.

"Namun, sampai sekarang, Arab Saudi belum memberikan informasi secara resmi. Dan dari pihak provider visa juga belum memberikan keterangan resmi saat kami tanya," ujarnya.

Bambang menuturkan, walaupun ada informasi pembukaan umrah namun jika tidak ada pembukaan visa umrah dan penerbangan ke Arab Saudi, pemerintah hanya memberi harapan palsu.

"Entah itu politik atau apa, yang jelas jika umrah dibuka, jangan sampai membebani masyarakat. Di tempat kami saja, yang tertunda keberangkatan ada 200 orang."

"Jika mereka dibebani biaya tambahan, pastinya akan keberatan, apalagi jika sudah dilakukan pemeriksaan di daerah asal dan dinyatakan negatif Covid-19 namun saat dikarantina positif."

"Siapa yang bertanggung jawab terhadap jadwal keberangkatan penerbangan pesawat dan hotel untuk jamaah umrah," imbuhnya. (*)

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 14 Oktober 2021: Rp 1.841.000 Per 2 Gram

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Kamis 14 Oktober 2021: Siang Diprediksi Berawan, Suhu 30 Derajat Celcius

Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Kamis 14 Oktober 2021: Siang hingga Malam Diperkirakan Berawan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved