Breaking News:

Haji dan Umrah

Jemaah Indonesia Belum Bisa Umrah, Terganjal Kasus Covid Tinggi dan Jenis Vaksin

Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umrah untuk umum. Namun, Indonesia dipastikan belum bisa mengirimkan jemaah.

Editor: rika irawati
AFP
Jemaah haji mengikuti salat tarawih di sekitar Kabah, 13 April 2021. Pemerintah Arab Saudi membuka lagi Mekkah untuk ibadah umrah setelah 18 bulan sejak penutupan perbatasan akibat wabah Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umrah untuk umum. Namun, Indonesia dipastikan belum bisa mengirimkan jemaah.

Hal ini disampaikan Konsul Haji dan Umroh KJRI Jeddah Endang Jumali, dikutip dari Kompas.com, Kamis (12/8/2021).

Endang mengatakan, hal ini merupakan hasil pertemuan antara KJRI Jeddah bersama Wakil Menteri Bidang Haji dan Umrah Arab Saudi, Rabu (11/8/2021).

"Terkait masalah umrah, masih belum bisa terealisasi disebabkan beberapa hal," kata Endang.

Baca juga: Kuota Haji 2021 Dibuka untuk 60 Ribu Orang, Hanya bagi Warga Arab Saudi

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Izinkan Kegiatan Umrah, Begini Respon Pemilik Biro dan Kemenag Karanganyar

Baca juga: Arab Saudi Tutup Lagi Akses Masuk bagi WNA dari 20 Negara, Termasuk Calon Jemaah Umrah Indonesia

Endang mengatakan, beberapa hal yang menjadi alasan pelaksanaan umrah belum bisa dilaksanakan bagi Indonesia dikarenakan Indonesia masih berstatus suspend bersama sembilan negara lain.

Selain itu, kondisi Covid-19 di Tanah Air yang masih tinggi juga menjadi alasan mengapa Indonesia belum bisa mengirim jemaahnya untuk umrah ke Arab Saudi.

Kemudian, soal status vaksin Sinovac yang juga masih dianalisis oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Apalagi, vaksin Sinovac merupakan vaksin Covid-19 yang paling banyak digunakan di Tanah Air.

"Insyaallah dalam waktu dekat sudah diakui dan boleh digunakan untuk umrah," kata dia.

Disamping itu, ujar Endang, dalam pertemuan juga dibahas soal teknis pelaksanaan. Mulai dari kapasitas bus yang hanya bisa terisi 50 persen, per kamar penginapan hanya boleh diisi dua orang, hingga asuransi tambahan sebesar 25 Saudi Arabi Riyal (SAR) untuk protokol kesehatan, selain 189 SAR yang didapatkan sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved