Breaking News:

Korupsi Bupati Banjarnegara

Lengkapi Berkas Perkara Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Banjarnegara, KPK Kembali Sita Dokumen

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan alat elektronik dalam penggeledahan tujuh tempat di Banjarnegara.

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS.COM
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi orange di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021). Dia ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa TA 2017-2018 Pemkab Banjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan alat elektronik dalam penggeledahan tujuh tempat di Banjarnegara.

Bukti-bukti ini selanjutnya akan dianalisa sebagai dasar melakukan penyitaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan penerimaan gratifikasi.

"Dari seluruh tempat dan lokasi tersebut, tim penyidik menemukan dan mengamankan berbagai bukti di antaranya dokumen dan alat elektronik yang diduga terkait dengan perkara," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: KPK Kembali Sambangi Setda Banjarnegara terkait Dugaan Korupsi, Giliran Ruang UKPBJ yang Diobok-obok

Baca juga: Dalami Pengaturan Pemenang Lelang Proyek 2017 di Pemkab Banjarnegara, KPK Periksa Kontraktor Rekanan

Baca juga: Ditahan KPK, Bupati Nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono Tetap Santuni ODGJ di Panti Pamardi Raharjo

Baca juga: Ditahan KPK, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Tetap Dipuji Warga Soal Pembangunan Infrastruktur

Pada Senin (11/10/2021), tim Penyidik melakukan penggeledahan di tiga tempat berbeda di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Tiga lokasi itu yakni Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara, ruang unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ), dan rumah kediaman dari pihak terkait di Kelurahan Parakancanggah, Kabupaten Banjarnegara.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/10/2021), tim Penyidik juga melakukan upaya paksa penggeledahan di empat lokasi berbeda.

Lokasi itu adalah rumah kediaman dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara yang berada di Temanggungan Kalipelus, Bandingan Rakit, Desa Parakananggah, dan Desa Twelagiri.

"Selanjutnya bukti-bukti ini akan dilakukan analisa mendalam dan segera dilakukan penyitaan untuk menjadi bagian kelengkapan berkas perkara tersangka BS (Budhi Sarwono) dkk," ucap dia.

Dalam kasus ini, Bupati nonaktif Banjarnegara Budhi Sarwono dan pihak swasta Kedy Afandi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan KPK pada Jumat (3/9/2021).

KPK menduga, Budhi menerima commitment fee sekitar Rp 2,1 miliar atas berbagai pengerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved