Berita Banjarnegara Hari Ini

75 Persen Wilayah Banjarnegara Zona Merah Longsor, Berikut Hasil Pemetaan Tim BPBD

Menurut Kalakhar BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aris Sudaryanto, sekira 75 persen di wilayahnya adalah rawan longsor. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
PEMKAB BANJARNEGARA
Kondisi longsor bahu jalan di ruas jalan kabupaten di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, belum lama ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Curah hujan tinggi meningkatkan risiko pergerakan tanah di Kabupaten Banjarnegara

BPBD Kabupaten Banjarnegara sudah mulai melakukan antisipasi jika sewaktu-waktu bencana longsor terjadi. 

Bencana tanah longsor selalu mengintai daerah ini ketika musim hujan datang.

Baca juga: Difabel Desa Gumiwang Banjarnegara Menjadi Berdaya: Produksi Batik Ciprat, Lebih Percaya Diri

Baca juga: Dinsos Banjarnegara Masih Layani Kebutuhan Kursi Roda, Sampai Detik Ini Sudah Salurkan 337 Unit

Baca juga: Curah Hujan Oktober-November Diprediksi Tinggi, BPBD Banjarnegara Awasi Kecamatan Zona Merah Longsor

Baca juga: Gunakan PLTS, Ponpes Tanbihul Ghofilin Banjarnegara Bisa Berhemat Tagihan Listrik PLN hingga Separo

Menurut Kalakhar BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aris Sudaryanto, sekira 75 persen di wilayahnya adalah rawan longsor

Maklum, daerah ini sebagian besar berupa pegunungan dengan kontur tanah miring dan labil.

Saat hujan turun, tanah mudah bergerak karena jenuh air. 

"75 persen wilayah Banjarnegara rawan longsor."

"50 persennya di wilayah pegunungan utara, 25 persennya di wilayah selatan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (5/10/2021). 

Wilayah pegunungan utara, mulai Kecamatan Punggelan, Banjarmangu, Karangkobar, Wanayasa, Kalibening, Penawaran, Pagentan Pandanarum, hingga Batur di dataran tinggi Dieng adalah zona rawan longsor

Sementara di wilayah selatan Banjarnegara, Kecamatan Susukan, Mandiraja, Purwanegara, Pagedongan hingga Sigaluh yang berbatasan dengan Wonosobo juga masuk peta rawan longsor

Meskipun, tidak semua di kecamatan itu masuk zona merah rawan longsor

Wilayah yang relatif aman dari ancaman longsor atau zona hijau hanya di pusat kota Banjarnegara hingga ke arah barat Kecamatan Bawang, Mandiraja, Purwanegara, dan Susukan. 

Tetapi itu pun hanya di sebagian wilayah kecamatan yang kontur tanahnya rata atau sekitar jalan raya nasional. 

Semakin ke dalam, sebagian wilayah kecamatan itu berupa perbukitan dengan kontur tanah miring yang rawan longsor

"Yang rata itu Banjarnegara kota ke barat," katanya.

Selain mengancam permukiman, longsor juga mengancam infrastruktur umum termasuk jalan.

Jalan yang melintasi daerah rawan longsor, baik jalan desa, jalan kabupaten, jalan provinsi hingga jalan nasional otomatis ikut terancam longsor

Bencana longsor hingga merusak atau menimpa jalan sudah sering kali terjadi.

Bahkan, beberapa kali longsor pernah menutup akses jalan nasional di Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara. (*)

Baca juga: Resmi Diperkenalkan Petang Ini, Ian Andrew Gillan Pelatih Anyar PSIS Semarang, Begini Sosoknya

Baca juga: Bruno Silva Berselebrasi di Depan Kamera Seusai Cetak Gol, Berikut Kata Pemain PSIS Semarang Ini

Baca juga: Jika Kamu Perhatikan, Dua Hal Ini Selalu Ditanyakan Ganjar Kepada Atlet Jateng, Apakah Itu?

Baca juga: Ganjar Beri Dukungan Langsung ke Atlet Jateng di Mimika Papua, Cabor Biliar dan Terbang Layang

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved