Breaking News:

Berita Banjarnegara

Gunakan PLTS, Ponpes Tanbihul Ghofilin Banjarnegara Bisa Berhemat Tagihan Listrik PLN hingga Separo

Tingginya kebutuhan listrik di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara, Jawa Tengah, mendorong mereka mencari alternatif sumber energi.

Editor: rika irawati
KOMPAS.COM/HANDOUT
Warga Pondok Pesantren (Ponpes) Tanbihul Ghofilin Banjarnegara, Jawa Tengah, berfoto di panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipasang di atap masjid ponpes tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Tingginya kebutuhan listrik di Pondok Pesantren (Ponpes) Tanbihul Ghofilin Banjarnegara, Jawa Tengah, mendorong mereka mencari alternatif sumber energi.

Bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mereka membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menggunakan sistem panel atap.

Program ini sekaligus untuk mendukung program pemerintah yang menargetkan, pada 2025, penerapan energi baru terbarukan dapat mencapai 23 persen.

"PLTS menggunakan sistem on-grid bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengurangi biaya tagihan listrik," kata Ketua tim pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undip, Jaka Windarta, Senin (1/10/2021).

Baca juga: Belajar Tatap Muka Aman Sejak Akhir 2020 di Banjarnegara, Dinkes: Kuncinya Disiplin dan Vaksinasi

Baca juga: Masih Kontroversi, Penggantian Logo Banjarnegara Dikaitkan Partai Politik, Tuswadi Katakan Ini

Baca juga: Viral Video Kades Kalijunjar Banjarnegara Cabut Papan Reklame, Kesal Picu Gangguan Listrik

Baca juga: Belum Divaksin dan Terjaring Razia, Pengendara di Banjarnegara Langsung Ditawari Vaksinasi Gratis

Dikutip dari Kompas.com, Minggu (3/10/2021), Jaka menjelaskan, PLTS tersebut dapat bekerja secara bersamaan dengan PLN sehingga listrik yang dihasilkan oleh PLTS akan mengurangi tagihan listrik.

Dia menjelaskan, sistem panel atap di ponpes tersebut dipasang pada atap masjid.

"Kami hubungkan ke gedung tata usaha pondok yang memiliki kapasitas daya terpasang 3.520 VA. Dengan menerapkan PLTS berkapasitas 1.350 watt maka PLTS dapat mengurangi tagihan listrik hampir setengah dari biaya normal," ujar Jaka.

Dengan kapasitas 1.350 Wp, menurut dia, dapat memproduksi energi 5 sampai dengan 7 kWh tiap harinya.

Ponpes kini dapat menghemat biaya tagihan hingga Rp 250.000 setiap bulannya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Tanbihul Ghofilin M Chamzah Hasan mengatakan, pihaknya sangat mendukung program PLTS.

"Kami ada 2.500 santri yang semuanya membutuhkan listrik. Tentu ini sangat membantu. Dan paling penting, ini mendukung program pemerintah," kata pria yang menjadi pengurus Lembaga Wakaf PBNU ini.

Baca juga: Kasus Prostitusi Anak Terungkap di Kota Semarang, Mucikari Masih Remaja. Semalam Layani 2 Pelanggan

Baca juga: KA Kamandaka dan Joglosemarkerto Kembali Beroperasi Mulai 4 Oktober 2021, Penumpang Tak Perlu PCR

Baca juga: 160 Peternak Gulung Tikar di Kendal, Dampak Anjlognya Harga Telur, Tiap Kilogram Merugi Rp 6.000

Baca juga: Tegal Memang Gudangnya Kerajinan Tangan, Ada Industri Sepatu Kulit Loh, Datang Saja ke Desa Pagongan

Ia berharap, program tersebut dapat diperluas hingga semua titik gedung di pesantren.

Lembaga yang ia pimpin sendiri memiliki tiga pendidikan formal dari jenjang MTs hingga perguruan tinggi.

"Secara matematis, kami diuntungkan ganda. Pengeluaran menjadi hemat, disisi lain kami membantu mempercepat program energi baru terbarukan," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berkat Tenaga Surya, Tagihan Listrik Ponpes di Banjarnegara Berkurang Setengah".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved