Breaking News:

Berita Semarang

Dikaji Pemerintah, Dasaran Tol Semarang-Demak di Wilayah Rob Bakal Menggunakan Bambu

Pemerintah mengkaji penggunaan bambu sebagai matras atau dasaran bangunan untuk proyek tol Semarang-Demak.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
DOKUMENTASI Kementerian PUPR
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 2 yang berada di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pembangunan Tol Semarang-Demak molor setahun dari perencanaan awal. Saat ini, pelaksana tengah melakukan penelitian terkait penggunaan bambu sebagai matras atau dasaran bangunan sebagai solusi kondisi rob di wilayah proyek yang dilalui.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, pembangunan proyek tersebut, saat ini, masih berproses di wilayah Demak.

pengerjaan seksi Sayung-Demak mencapai progres 41,63 pesen, hingga pekan lalu. Seksi Sayung-Demak ditargetkan rampung Juni 2022 mendatang.

Sedangkan, pengerjaan seksi Kaligawe-Sayung akan mulai dilakukan Januari 2022-November 2024.

"Tahun ini, baru dimulai yang jalur perbatasan Demak ke Semarang. Targetnya memang mundur setahun. Di Semarang, seharusnya mulai dilakukan 2021," ungkap Hendi, sapaannya, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Ini Keistimewaan Tol Semarang-Demak Menurut Presiden Jokowi

Baca juga: Tak Ada Lagi Negosiasi, Tim Appraisal Nyatakan Harga Tanah Terdampak Tol Semarang-Demak Sudah Final

Baca juga: RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang Membuka Lagi Jam Besuk Pasien, Syarat Pengunjung Wajib Vaksin

Baca juga: Pedagang Pasar Johar Semarang Bisa Mulai Pindahan, Dilarang Menambah dan Memaku Kios Baru

Menurutnya, ada kendala teknis dalam pengerjaan, terutama pembebasan lahan. Namun, dia memastikan, persoalan tersebut sudah teratasi. Dia berharap, Tol Semarang-Demak wilayah Semarang segera digarap.

"Jadi, ada kendala teknis terutama pembebasan lahan. Insyaallah, sudah ada titik temu. Mudah-mudahan, sudah bisa dilaksanakan," ucapnya.

Hendi membeberkan, pembangunan Tol Semarang-Demak bakal berbeda dari tol pada umumnya. Pembuatan jalan tol itu akan menggunakan bahan bambu sebagai sistem matras di tanah sebagai dasar penompang.

"Teknologi itu, orang teknis yang tahu. Yang saya dengar, selain murah, bambu juga punya kekuatan menghadapi air. Dari sisi teknis, para insinyur RI sudah memperhatikan sedemikian rupa bahwa bambu berlapis akan mampu menahan air rob yang tinggi," jelasnya.

Hendi menambahkan, rob di Kota Semarang memang selalu menjadi persoalan pelik dari tahun ke tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved