Jumat, 1 Mei 2026

Berita Banyumas

Bengkel Toseng Patikraja Banyumas Jadi Bukti, Bengkel Kecil Bisa Beri Pelayanan Profesional

Ukuran bengkel tak mempengaruhi standar pelayanan. Inilah yang ditawarkan Bengkel Toseng, di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki (kanan), mendengar penjelasan terkait fasilitas dan layanan Bengkel Toseng di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Ukuran bengkel tak mempengaruhi standar pelayanan. Inilah yang ditawarkan Bengkel Toseng, di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.

Bengkel di pinggir jalan kecil ini bahkan memastikan, standar pelayanan yang diberikan tak kalah dari bengkel-bengkel besar.

Mulai dari cara servis hingga pelayanan pelanggan secara digital, menjadi nilai tambah kualitas dari bengkel tersebut.

Pemilik Bengkel Toseng Patikraja Sutanto mengatakan, bengkel yang dibuka sejak 2010 itu dirintis bersama rekan-rekannya.

Kemudian, pada 2020, mereka mendapat pelatihan tentang skill dan manajemen bengkel dari para ahli, dari Yayasan Darma Bakti Astra (YDBA).

Baca juga: Berbekal Buah dan Sayur Hampir Busuk, Warga Sumbang Banyumas Ini Buat Disinfektan Organik

Baca juga: Tuan Rumah Berjaya! Persis Solo Tundukkan PSG Pati dengan Skor 2-0 di Laga Pembuka Liga 2 2021

Baca juga: Pensiunan Polisi di Semarang Nekat Jadi Manusia Silver, Terjaring Satpol PP Berakhir Dibantu Kapolda

Baca juga: Dikaji Pemerintah, Dasaran Tol Semarang-Demak di Wilayah Rob Bakal Menggunakan Bambu

Sejak saat itulah, ilmu yang didapat diterapkan hingga akhirnya, omzet pendapatan naik signifikan.

"Yang paling terasa adalah perubahan income, dari yang sebulan Rp 30 juta, bisa naik sampai Rp 60 juta."

"Pelayanan juga berubah. Kami tawarkan perawatan rutin, dijelaskan estimasi waktu, jasa ongkos dan estimasi pengerjaan."

"Kalau pelanggan belum ada anggaran, biasanya kami kasih skala prioritas. Yang penting, mobil bisa berjalan dan digunakan untuk aktivitas kembali," jelas Sutanto kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (26/9/2021).

Adapun yang ditawarkan di antaranya, general servis, tune up, electrical, overhaul, menggunakan teknologi scanner dan special tools.

Layanan profesional pun diberikan. Contohnya, selalu mengingatkan tanggal servis dan memberikan saran terbaik kepada pelanggan.

"Kalau sudah seperti itu maka pelanggan merasa diperhatikan dan ada semacam care," ungkapnya.

Keberhasilan Bengkel Toseng tidak terlepas dari campur tangan Yayasan Darma Bakti Astra (YDBA) yaitu CSR Astra Internasional yang khusus membina UMKM, manufaktur, bengkel, pertanian, kerajinan atau kuliner.

Program tersebut terdiri dari pelatihan, pendamping, fasilitasi pasar, dan pembiayaan.

Di Banyumas, ada 20 bengkel setara bengkel Toseng Patikraja yang mendapat pembinaan.

Dalam perjalanannya, bengkel Toseng ini juga tengah merintis koperasi yang beranggotakan bengkel-bengkel binaan YDBA.

Mereka membentuk koperasi khusus menyediakan spare part dengan harga lebih kompetitif.

Kepala Departemen Training dan Mentoring YDBH Daniel Harbianto mengatakan, kolaborasi ini adalah sebagai upaya meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar luas, berinovasi serta menciptakan produk baru.

Model koperasi bengkel Toseng membuat Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki kagum.

Baca juga: FKUB Banyumas Gelar Lungguhan Bareng Tokoh Agama, Ini Maksud Tujuannya

Baca juga: KONI Lepas Atlet Banyumas Berangkat ke PON Papua secara Virtual, Ini Harapan Mereka

Baca juga: BPBD Banyumas Petakan Kecamatan Rawan Banjir, Tanah Longsor, dan Puting Beliung. Berikut Daftarnya

Baca juga: Antisipasi Bencana Alam di Musim Hujan, Wabup Banyumas Pastikan Personel dan Perlatan Siap

"Kalau ke bengkel kecil yang biasa, kurang terpercaya. Kalau seperti ini jadi layaknya profesional."

"Astra berbagi usaha ini bagus karena membagi ilmu teknik dan management. Bengkel rakyat bisa upgrade terkait skill," katanya saat mengunjungi Bengkel Toseng, Minggu.

Apalagi, sudah ada pula embrio koperasi terutama harga sparepart yang tidak kalah saing dengan bengkel lain.

Yang menarik lagi adalah mempersiapkan mereka sebagai bagian dari industri dan menyiapkan UMKM naik kelas ke industri.

"Ini penting karena kalau tidak didesign, akan sulit naik kelas. Ke depan, bagaimana UMKM berbasis produk inovasi teknologi berkontribusi dalam industri nasional."

"Sehingga, UMKM bengkel ini punya standar baru layaknya profesional," katanya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved