Berita Banyumas Hari Ini
FKUB Banyumas Gelar Lungguhan Bareng Tokoh Agama, Ini Maksud Tujuannya
Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan perilaku terhadap esensi beragama serta harus saling menghormati dan menghargai agama lain.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas menggelar Rapat Koordinasi bertajuk Lungguhan Bareng Tokoh Agama untuk Memperkokoh Moderasi Beragama.
Rakor dilaksanakan Kamis (23/9/2021) di Aula Masjid Al Ikhlas, Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas.
Baca juga: KONI Lepas Atlet Banyumas Berangkat ke PON Papua secara Virtual, Ini Harapan Mereka
Baca juga: Antisipasi Bencana Alam di Musim Hujan, Wabup Banyumas Pastikan Personel dan Perlatan Siap
Baca juga: BPBD Banyumas Petakan Kecamatan Rawan Banjir, Tanah Longsor, dan Puting Beliung. Berikut Daftarnya
Baca juga: Kebakaran Melanda Rumah Warga Gumelar Banyumas, 8 Karung Gabah Ikut Ludes
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kerukunan umat beragama.
Karena kerukunan menjadi pondasi dalam menciptakan suatu keharmonisan antar lapisan masyarakat yang berbeda - beda.
Selain itu untuk menciptakan semangat kebersamaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
"Pemerintah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja para penggerak dan aktivis kerukunan umat beragama dalam merawat kerukunan dan toleransi di masyarakat terutama di level akar rumput."
"Atas kerja sama panjenengan bisa menikmati kehidupan berbangsa yang kondusif dan harmonis," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/9/2021).
Ia berharap, pertemuan penting ini nantinya akan melahirkan rumusan-rumusan visioner untuk meneguhkan nilai-nilai moderasi dan toleransi beragama.
"Forum ini juga bisa menjadi ajang dialog atas berbagai permasalahan yang masih mengganjal serta menemukan jalan keluar yang konstruktif bagi kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Banyumas," ungkapnya.
Sementara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Akhsin Aedi juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para tokoh agama, pemerintah daerah, termasuk dari Forkompinda.
Terutama atas dukungannya yang selalu berkoordinasi dan berkomunikasi sehingga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.
"Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan perilaku terhadap esensi beragama serta harus saling menghormati dan menghargai agama lain."
"Tidak bisa saling menyalahkan agama lain, perbedaan merupakan rohmah yang harus dipelihara untuk mempertahankan NKRI," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/9/2021).
Pelaksanaan rakor FKUB dilanjutkan dengan diskusi bersama terkait dengan program dan kegiatan yang akan dilakukan ke depannya. (*)
Baca juga: Wao Keren, PSIS Semarang Borong Empat Prestasi Sementara di Liga 1 2021, Ini Daftar Penerimanya
Baca juga: Berbekal Video, PSIS Semarang Pelajari Kekuatan Arema FC sebelum Bertemu di Pekan 4 Liga 1 2021
Baca juga: Setop Dahulu PTM Terbatas! Muncul Kasus Covid-19 di Lingkungan Sekolah, Empat Daerah di Jateng
Baca juga: Percepatan Vaksinasi Terus Diupayakan, Bagian Pemprov Jateng Geser Pandemi Jadi Endemi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/rakor-fkub-banyumas.jpg)