Breaking News:

Berita Banyumas

Berbekal Buah dan Sayur Hampir Busuk, Warga Sumbang Banyumas Ini Buat Disinfektan Organik

Muhammad Edi Wibowo mulai mengumpulkan buah-buahan yang membusuk atau sayuran yang sudah rusak dari rumah-rumah warga.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Muhammad Edi Wibowo (50), warga RT 02 RW 01, Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, menunjukan bahan dan disinfektan hasil sampah organik, di rumahnya, Minggu (26/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Seusai pulang dari pasar, sekira pukul 16.00 WIB, Muhammad Edi Wibowo mulai mengumpulkan buah-buahan yang membusuk atau sayuran yang sudah rusak dari rumah-rumah warga.

Warga RT 02 RW 01, Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, itu kemudian mengolah sampah-sampah organik tersebut sebagai disinfektan.

Hampir dua tahun ini, pria yang kesehariannya berjualan sembako di pasar itu menekuni aktivitas tersebut.

Cerita berpulang saat pandemi Covid-19, awal 2020 lalu. Kala itu, adik Edi yang baru pulang dari Kalimantan, mengajari membuat eco-enzyme.

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi campuran antara sampah organik, berupa sayuran atau buah-buahan, dengan molase atau gula tebu atau aren.

Baca juga: Peringati Hari Agraria, Bupati Banyumas Ingatkan Pejabat Terus Menjaga Integritas

Baca juga: Polda Jateng Buka 9 Sentra Vaksinasi Massal Covid bagi Mahasiswa, di Banyumas Dibuka di UMP

Baca juga: Sistem Ganjil Genap Diterapkan, Sejumlah Kendaraan Wisatawan Menuju Baturraden Diputar Balik

Baca juga: Pemuda asal Jipang Banyumas Hilang Sejak 20 September, Diduga Terperosok Jurang saat Dikejar Warga

Proses pembuatannya diawali dari mencuci sampah-sampah organik itu menggunakan air yang telah dicampur Eco-enzyme murni sekira 5 ml.

Kemudian, bahan-bahan tersebut dipotong-potong dan ditimbang dalam ukuran 3 kilogram.

Kemudian, Edi menyiapkan wadah besar, berkapasitas 20 liter air.

Edi kemudian mengisi wadah tersebut dengan 12 liter air, sampah organik 3 kilogram, dan 1,2 liter molase.

Edi menjelaskan, campuran air dan molase tersebut sebagai media tumbuh dan berkembangnya mikro organisme.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved