Berita Semarang

7 Siswa dan 1 Guru di Kota Semarang Positif Covid, 2 Sekolah Terpaksa Hentikan Sementara PTM

Sebanyak tujuh siswa dan guru di Kota Semarang terpapar Covid-19. Hasil ini didapat dari skrining yang dilakukan Dinkes ke sekolah pelaksana PTM.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK DINAS KESEHATAN KOTA SEMARANG
Petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan swab kepada siswa sebagai bagian dari skrining deteksi Covid-19 di lingkungan sekolah, Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebanyak tujuh siswa dan guru di Kota Semarang terpapar Covid-19.

Temuan itu diketahui usai Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan skrining deteksi Covid-19 ke sejumlah sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam mengatakan, tujuh kasus tersebut ditemukan di empat sekolah dasar.

Namun demikian, dia memastikan, tidak ada klaster penularan Covid-19 di sekolah yang bersangkutan karena hasil tracing kontak erat menunjukan negatif Covid-19.

Setiap kasus dilakukan tracing, setidaknya 15 kontak erat.

"Tujuh kasus itu dari empat sekolah. Sesuai SOP, kami lakukan tracing. Kami, sifatnya hanya menyampaikan rekom (rekomendasi). Ada dua sekolah yang kemarin, dua pekan, sementara berhenti dulu," papar Hakam, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Rombongan Nakes RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang Kecelakaan, Wali Kota: ASN Harusnya Jadi Contoh

Baca juga: 2 Nakes RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang Masih Dirawat di RS setelah Kecelakaan di Gunungkidul

Baca juga: Tes Seleksi CPNS di Kota Semarang Dimulai, Ibu Hamil Dapat Ruang Khusus

Baca juga: Mesin ATM Minimarket di Gunungpati Semarang Dibobol Maling, Pelaku Masuk Seusai Bobol Tembok

Siswa dan guru yang terpapar Covid-19, sambung Hakam, merupakan orang tanpa gejala.

Setelah dilakukan penelusuran, penularan tidak terjadi di sekolah.

Indek kasus bisa saja terjadi di rumah atau tempat umum yang dikunjungi siswa maupun guru yang terpapar Covid-19.

"Satu sekolah, paling temuan hanya satu atau dua (kasus). Kontak erat kami periksa minimal 15 orang. Hasilnya negatif," tambahnya.

Menurutnya, kasus Covid-19 yang terjadi pada anak SD dimungkinkan karena mereka belum menerima vaksinasi Covid.

Maka dari itu, dia mengimbau, setiap sekolah tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan.

Guru wajib memakai masker saat mengajar. Begitu juga dengan siswa yang mengikuti pembelajaran offline.

"Jangan sampai, mengajar hanya pakai faceshield. Guru wajib pakai masker. Kami minta dengan penuh kesadaran protokol kesehatan ditaati," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved