Berita Semarang

Rombongan Nakes RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang Kecelakaan, Wali Kota: ASN Harusnya Jadi Contoh

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan mengecek kasus kecelakaan yang menimpa rombongan tenaga kesehatan (nakes) RSUD KRMT Wongsonegoro.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Kantor Balai Kota Semarang, Rabu (21/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan mengecek kasus kecelakaan yang menimpa rombongan tenaga kesehatan (nakes) RSUD KRMT Wongsonegoro saat berwisata ke Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (18/9/2021).

Saat dimintai tanggapan, wali kota yang akrab disapa Hendi itu mengaku belum mengetahui kabar tersebut.

Dirinya pun bakal berkomunikasi dengan direktur RSUD mengenai kejadian tersebut.

Dia menekankan, sebagai pelayan masyarakat, pada prinsipnya, ASN harus memberikan contoh baik untuk mengurangi mobilitas serta menjauhi kerumunan di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan masa PPKM ini.

"Maka, hal-hal seperti itu, seharunya bisa dilakukan kawan-kawan di lingkungan birokrasi Kota Semarang," ujarnya, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Bus Rombongan Nakes RSUD Kota Semarang Kecelakaan Sepulang Wisata di Gunungkidul, Tak Izin Pimpinan

Baca juga: 2 Nakes RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang Masih Dirawat di RS setelah Kecelakaan di Gunungkidul

Baca juga: Tes Seleksi CPNS di Kota Semarang Dimulai, Ibu Hamil Dapat Ruang Khusus

Baca juga: Pembobol Mesin ATM di Gunungpati Semarang Diduga Komplotan Lintas Kota, Polisi: Modusnya Sama

Hendi memaparkan, sebenarnya, masyarakat sudah boleh berwisata seiring dengan menurunnya level PPKM di Kota Semarang.

Sektor wisata di Kota Lunpia, saat ini pun telah dibuka.

Namun demikian, dia menegaskan, ASN di lingkungan Pemkot Semarang harus bisa menahan diri mengurangi mobilitas.

"Kalau boleh tidaknya (berwisata), untuk masyarakat, boleh karena wisata sudah dibuka. Tapi, kalau untuk lingkungan birokrasi pemkot, sebaiknya jadi contoh yang baik," ucapnya.

Pihaknya akan mengecek terlebih dahulu detail kejadian tersebut.

Jika ternyata para pegawai berwisata menggunakan waktu kerja, tidak menutup kemungkinan, mereka akan dijatuhi sanksi.

"Sanksi akan kami berlakukan kalau mereka ternyata memakai jam kerja. Yang harusnya kerja, tidak masuk gara-gara piknik, pasti diberi sanski. Saya akan cek dulu kejadiannya kapan, yang berangkat siapa, seizin siapa," terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang, Susi Herawati menjelaskan, kecelakaan bus wisata yang menimpa rombongan pegawai RSUD merupakan acara pribadi pegawai.

Pihak rumah sakit tidak mengakomodir acara tersebut.

"Itu acara pribadi. Itu acara (beberapa pegawai) bersama keluarga. Pihak rumah sakit tidak mengadakan acara itu," terang Susi.

Baca juga: PGN Siap Kembangkan Regasifikasi di Cilacap, Pemkab Berharap Proyek Bakal Serap Tenaga Kerja Lokal

Baca juga: Gelapkan Uang Perusahaan di Kebumen Hampir Rp 1 Miliar, Warga Purworejo Ditangkap Polisi

Baca juga: Usai Tinjau Vaksinasi Abdi Keraton Solo, Wali Kota Solo Gibran Dapat Gelar Kanjeng Pangeran

Baca juga: Selama Pandemi Covid, Beban Kerja Paling Tinggi ASN Banyumas Ada di Bidang Pelayanan Publik

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved