Breaking News:

Berita Sragen

Lima Rumah Sakit di Sragen Dapat Rapor Merah dari BPJS Kesehatan, Bupati Beri Waktu 1 Bulan Perbaiki

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati marah mendapati lima dari 10 rumah sakit di Sragen mendapat rapor merah dari BPJS Kesehatan.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meluapkan kemarahannya setelah mendapati lima dari 10 rumah sakit di Sragen mendapat rapor merah dari BPJS Kesehatan.

Kemarahan bupati ini terlihat saat memberi sambutan pada peresmian Oxygen Generator di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Jumat (17/9/2021).

Apalagi, satu di antara lima rumah sakit yang dimaksud adalah RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Rumah sakit milik pemerintah ini merupakan satu-satunya rumah sakit dengan tipe B.

Yuni mengatakan, RSUD dr Soehadi juga merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah yang bernilai buruk.

Sementara, empat rumah sakit lain merupakan rumah sakit swasta.

Baca juga: Pamit Bupati, Dua Atlet Sragen Minta Hadiah Jadi PNS saat Pulang dari PON XX Papua Nanti

Baca juga: Nyambi Jual Obat Terlarang, Pedagang Hik di Depan Masjid Baziz Bendungan Sragen Diringkus Polisi

Baca juga: Bermain di Sungai dan Embung, Tiga Bocah di Sragen Tewas dalam Sepekan

Baca juga: Penipuan Berkedok Arisan Online Terjadi di Sragen, Pelaku Bawa Kabur Uang Peserta hingga Rp 2 Miliar

Orang nomor satu di Bumi Sukowati itu pun membandingkan kondisi ini dengan RSUD dr Seoratno Gemolong, yang sama-sama berstatus badan layanan umum daerah (BLUD) namun bisa mendapat rapor hijau dari BPJS.

"Mohon, ini jadi perhatian para dokter. Dari 10 rumah sakit, lima rumah sakit rapornya merah oleh BPJS. Termasuk, RSUD Soehadi Prijonegoro."

"Kalau Soeratno saja bisa dapat rapor hijau, kenapa Seohadi tidak? Faktornya di mana? Apakah ketidakmampuan direktur? Atau ketidakpatuhan para dokter yang bekerja di sini? Ini untuk jadi perhatian ke depan," kata bupati tegas.

Adanya rapor merah itu dikatakannya bisa membuat keberlangsungan kerja sama dengan BPJS kesehatan dalam perhatian khusus.

Pada kesempatan itu, Yuni memberikan target, selama satu bulan ke depan, RSUD dr Soehadi Prijonegoro berbenah sehingga bisa mengubah warna rapor menjadi hijau.

Jika tidak, dirinya mengancam akan memberi hukuman kepada manajemen RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

"Tidak boleh lagi merah. Kalau tidak, saya sendiri yang akan kasih punishment."

"Harapan saya, segera temen-temen di Soehadi berbenah. Bagaimana bisa bangga melayani masyarakat kalau sistem pelayanannya saja masih belum bisa dipercaya oleh BPJS untuk keberlangsungan kerja sama berikutnya," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved