Breaking News:

Berita Boyolali

Gerebek Rumah Kos di Teras Boyolali, Petugas Bea Cukai Solo Temukan 1.886 Botol Miras Ilegal

Petugas Bea Cukai Solo bekerjasama dengan Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY mengamankan 1.886 botol miras ilegal dari tempat kos di Teras, Boyolali.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK BEA CUKAI SOLO
Petugas Bea Cukai Boyolali mengamankan kardus berisi 1.886 botol miras ilegal dari sebuah rumah kos di wilayah Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, pekan lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Petugas Bea Cukai Solo bekerjasama dengan Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY mengamankan 1.886 botol minuman keras (miras) ilegal dari tempat kos di Dukuh Puluhkadang, Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Minuman keras berbagai merek itu diamankan dari seorang berinisial MA, Kamis pekan lalu.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Solo Hari Prijandono menyampaikan, ungkap kasus ini bermula adanya informasi dari warga sekitar.

Mereka menduga, ada penjualan miras ilegal.

Berbekal informasi ini, petugas mendalami hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan ke tempat kos tersebut.

Baca juga: Kaca Ruang Kelas SDN 2 Gunungsari Boyolali Pecah Diduga Ulah Orang Tak Dikenal, Polisi Turun Tangan

Baca juga: Terdampak Pandemi Covid, Dalang dari Boyolali Nglurug ke Solo. Tawarkan Wayang untuk Beli Beras

Baca juga: Ganjar Pakai Seragam Hazmat, Pimpin Upacara Hari Kemerdekaan di Donohudan Boyolali, Ini Alasannya

Baca juga: Hujan Abu Merapi Meluas ke Boyolali, Warga Tunda Panen Daun Tembakau

Saat penggeledahan, petugas didampingi ketua RT setempat.

"Hasil pemeriksaan, ditemukan empat kamar yang dipergunakan pemilik barang. Kamar pertama dipergunakan untuk kantor, kamar kedua dijadikan sebagai kamar tidur penjaga, kamar ketiga dan keempat untuk menyimpan miras ilegal yang dilekati pita cukai palsu," katanya dalam rilis yang diterima, Selasa (14/9/2021).

Hasil perhitungan petugas, ada 1.886 botol miras ilegal berbagai merek yang disimpan di dua kamar itu.

Selain botol miras ilegal, petugas juga mendapatkan nota-nota penjualan.

Barang bukti tersebut lantas dibawa ke Kantor Bea Cukai Solo untuk diamankan.

"Dari hasil pemeriksaan awal, diduga, MA merupakan pemilik miras ilegal. Selama ini sudah menimbun barang di gudang miliknya serta melakukan transaksi penjualan ke kafe dan karaoke di sekitar Boyolali."

"Saat ini, MA masih diperiksa sebagai saksi dan akan ditingkatkan ke proses penyidikan," jelasnya.

Baca juga: Kapal Penangkap Cumi Terbakar saat Bersandar di Pelabuhan Jongor Tegal, Petugas Kerahkan 5 Mobil PMK

Baca juga: Belum 24 Jam Pulang dari Rumah Sakit, Operator Tempat Karaoke Argorejo Semarang Meninggal di Wisma

Baca juga: Material Longsor Dibersihkan Warga dan Aparat, Jalan Kebumen-Karangsambung Bisa Dilewati Lagi

Baca juga: Pemerintah Beri Peringatan, Angka Kematian di 3 Daerah di Jateng Ini Tinggi meski Kasus Covid Turun

Kepala Kantor Bea Cukai Solo Budi Santoso menambahkan, penindakan ini merupakan sinergi dengan Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY serta instansi penegak hukum terkait.

Diharapkan, penindakan tersebut dapat menekan peredaran miras ilegal yang dapat merugikan penerimaan negara dari sektor cukai.

"Total kerugian negara atas tidak dibayarkannya pungutan cukai ini mencapai Rp 82,5 juta," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved