Breaking News:

Aktivitas Merapi Terkini

Hujan Abu Merapi Meluas ke Boyolali, Warga Tunda Panen Daun Tembakau

Dua desa di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, terdampak hujan abu dari erupsi Gunung Merapi, Senin (16/8/2021).

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rika irawati
AFP/Agung Supriyanto
ILUSTRASI. Warga di Kabupaten Magelan menyemprotkan air untuk membersihkan abu akibat erupsi Gunung Merapi, Rabu (11/8/2021) lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Dua desa di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, terdampak hujan abu dari erupsi Gunung Merapi, Senin (16/8/2021).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan, hujan abu terjadi di Desa Tlogolele dan Klakah.

Bambang menjelaskan, Desa Tlogolele terkena hujan abu sejak pukul 06.00 WIB. Hingga Senin sore, hujan abu masih terjadi.

Abu tebal pun terlihat menyelimuti permukiman di Dukuh Tlogomulyo dan Tlogolele.

Sedangkan, Desa Klakah, hujan abu tipis terjadi di Dukuh Klakah Duwur dan Klakah Ngisor.

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas, Tiga Kecamatan di Magelang Alami Hujan Abu

Baca juga: Update Gunung Merapi Terkini - Sabtu Pagi Lontarkan Guguran Awan Panas Hingga Dua Kilometer

Baca juga: Hujan Abu Landa 7 Desa/Kelurahan di Kabupaten Magelang setelah Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas

Baca juga: Hilang 4 Hari, Pencari Kayu Bakar asal Magelang di Gunung Merbabu Ditemukan Lemas di Lereng Merapi

Bambang mengatakan, pihaknya mendapat informasi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebecanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta tentang adanya guguran awan panas Gunung Merapi, Senin sekitar pukul 05.53 WIB.

Tercatat, di seismogram, dengan amplitudo 66 mm, durasi 289 detik, dan tinggi kolom 600 meter dari puncak. Dengan jarak luncur 3.500 meter ke arah barat daya.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat, telah terjadi hujan abu akibat awan panas guguran Merapi. Dari laporan yang tercatat oleh Pusdalops BPBD, hujan abu terjadi di beberapa wilayah kawasan rawan bencana (KRB) 3 Gunung Merapi dan sekitarnya," ucapnya saat dikonfirmasi.

Menurut Bambang, sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan penyemprotan untuk membersihkan jalan dan mengirimkan 10.000 masker di daerah KRB 3 wilayah Boyolali di lereng Gunung Merapi untuk mengurangi dampak abu yang dapat menimbulkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Sementara itu, Kepala Desa Tlogolele, Ngadi, mengatakan, hujan abu terjadi di Desa Tlogolele dari dampak erupsi Merapi, sejak pukul 06.00 WIB.

"Hujan abu di Desa Tlogolele ini mengganggu aktivitas warga, terutama pencari pakan ternak harus ke daerah bawah yang tidak terkena abu Merapi," terangnya.

Baca juga: Lucu! Santri di Purbalingga Meriahkan HUT RI Lewat Lomba Pakai Celana tanpa Tangan. Ini Filosofinya

Baca juga: Penjualan Ponsel di Plaza Simpanglima Semarang Masih Lesu, Pengaruh Syarat Pengunjung Wajib Vaksin

Baca juga: Kain Luwur Makam Sunan Kudus Mulai Diganti: Butuh 1.500 Meter Kain Mori, Dikerjakan 34 Relawan

Baca juga: Ganti Upacara, Pemkab Banjarnegara Minta Warga Ambil Sikap Sempurna saat 17 Agustus Pukul 10.17

Warga yang sedang memanen tembakau juga terganggu. Mereka harus menunda panen hingga hujan abu berakhir.

Mengantisipasi hujan abu tersebut, Ngadi mengatakan, pihaknya telah membagikan masker untuk mengurangi dampak hujan abu vulkanik yang sering terjadi di Desa Tlogolele.

Sementara, Kepala Desa Klakah Marwoto menjelaskan, hujan abu yang terjadi di Desa Klakah yang terletak di sebelah barat Gunung Merapi, terjadi hanya tipis. Sehingga, hujan abu, tidak mempengaruhi aktivitas warga setempat.

Warga yang bekerja di ladang dan sektor lain tetap beraktivitas seperti biasa karena hujan abu tipis tidak mengganggu mereka. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved