Kamis, 7 Mei 2026

Berita Nasional

Ini Temuan KNKT Soal Penyebab Sering Terjadinya Kecelakaan di Tol Semarang-Solo

Sejumlah kecelakaan maut kerap terjadi di jalan tol Trans Jawa, termasuk ruas Semarang-Solo.

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN ENDRA
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dan Wakil Ketua Komite I DPD RI Abdul Kholik, bersama BPJT melihat titik rawan kecelakaan di jalur tol Semarang-Solo, Rabu (8/9/2021). 

"Kami minta, dalam waktu 4 jam, bisa dievakuasi. Ada mobil mogok di bahu jalan, 10 menit ditabrak truk, 4 jam ditabrak mobil lain, 10 jam ditabrak bus sampai 10 orang meninggal," katanya.

Menurutnya, evakuasi kendaraan bermasalah di jalan tol atau jalur penyelamat itu bagian dari service atau pelayanan dan kewajiban operator dari jalan tol.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 9 September 2021: Rp 965.000 Per Gram

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Kamis 9 September 2021: Malam Diperkirakan Berawan Tebal

Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Kamis 9 September 2021: Siang hingga Malam Diperkirakan Berawan

Ia menambahkan, selama ini, biaya evakuasi kendaraan mogok dibebankan ke pengemudi.

Dia ingin, nantinya, ada semacam asuransi yang dimasukan dalam tarif tol terkait biaya evakuasi kendaraan mogok.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite I DPD RI Abdul Kholik, yang juga ikut rombongan inspeksi jalan tol, menuturkan, ia mendapatkan keluhan dari pengemudi terkait fasilitas rest area.

"Pengemudi ingin ada tempat khusus untuk bersitirahat secara nyaman. Sehingga, bisa melepas lelah selama beberapa jam mengemudi, terutama pengemudi angkutan barang yang menyetir jarak jauh," kata Abdul Kholik.

Ia juga berharap, operator jalan tol bisa mendirikan pos keselamatan lalu lintas yang didalam menampilkan terkait informasi berlalu lintas dan semacamnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT, Ranto Parlindungan Rajagukguk mengatakan, pihaknya berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna jalan tol.

"Kami tidak ingin pengguna jalan mengalami kecelakaan. Makanya, kami ada program jalan berkeselamatan. Kecelakaan tergantung dari habit atau kebiasaan pengendara," ucapnya.

Ia mengungkapkan, jalan tol yang bagus membuat sejumlah pengendara terlena dengan kecepatan kendaraan sehingga berpotensi fatal.

Pihaknya juga sudah memasang rambu-rambu dan menerapkan aturan yang bertujuan untuk keselamatam lalu lintas pengendara. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved